Usaha pertanian sangat menjajikan karena produknya dibutuhkan secara terus menerus tidak saja untuk diwilayah kita tinggal, akan tetapi inter dan antar wilayah dan Negara. Walaupun menjajikan usaha pertanian kurang diminati khususnya kaum muda.

Kesan kotor, tidak formal dan berbagai alasan klasik lainnya adalah salah satu faktor penyebab  mengapa kaum muda kurang menaruh minat pada usaha bidang pertanian.

Akan tetapi ada juga pemuda yang bergerak diusaha pertanian dan sukses. Keberhasilan tersebut disebabkan banyak hal a.l : adanya ketertarikan / hoby, kebutuhan, warisan budaya keluarga, pemilikan lahan yang luas, pengakuan lingkungan bahwa seseorang berbakat dan sukses. Hampir disetiap wilayah memiliki pemuda yang berhasil dibidang pertanian.

Secara bisnis usaha pertanian yang berhasil / menguntungkan salah satunya tergantung skala usahanya, dan setiap produk memiliki skala usaha yang berbeda. Untuk usaha budidaya yang menggunakan lahan tanah memang membutuhkan tanah yang luas, untuk pengolahan dibutuhkan kapasitas produk yang dihasilkan.

Dengan pemilihan produk yang tepat dan pertimbangan agribisnis sebenarnya dapat menumbuhkan ketertarikan pemuda untuk melakukannya. Seperti contoh sekelompok pemuda yang ada di Dsn. Batikan II, Desa Demen Kec. Temon, kab. Kulon progo, tergerak untuk beragribisnis. Usaha pertanian yang dilakukan adalah budidaya jamur tiram, Kripik jamur tiram, Budidaya burung puyuh. Dari usaha tersebut mereka berusaha mengembangkan usahanya yang berorientasi agribisnis (melengkapai rantai agribisnis) yaitu pembenihan jamur tiram, pembuatan lock untuk budidaya jamur, peningkatan mutu olahan jamur.

Spesifiknya anggota kelompok  90 % terdiri dari kaum muda (laki-laki dan Perempuan) yang memiliki rencana kedepan tidak saja mengelola usaha di pertanian, akan tetapi secara bersama sama dengan pamong desa (Kepala Desa dan Dukuh) mengelola lingkungan baik kebersihan, penganeka ragaman tanaman pertanian di lahan pekarangan, pemanfaatan tenaga kerja, peningkatan keuangan kelompok yang lebih kooperatif.

Untuk pengembangan usaha tersebut maka STPP memberikan pelatihan kepada para pemuda antara lain “ Pembuatan Benih Jamur Tiram “ (seperti gambar dibawah ini), motivasi dan mendorong para pemuda/ pemudi untuk membentuk kelompok sebagai sarana untuk memudahkan melakukan jejaring dengan berbagai pihak, membentuk perubahan pola pikir / cara pandang sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai dan menjadi ketauladanan bagi kelompok pemuda diwilayahnya.

Ir.Amie Sulastiyah, MS.
Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurluhtan Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here