Gerakan Percepatan Tanam untuk Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen

0
449

Laporan Kegiatan Pendampingan Mahasiswa Pada Program UPSUS Pajale Di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen 

Beberapa desa di Kecamatan Ayah telah memasuki masa pengolahan tanah untuk Musim Tanam II. Pengolahan tanah belum juga dilaksanakan karena terkendala oleh minimnya air karena beberapa minggu tidak ada hujan. Terdapat potensi tambah tanam seluas 85 ha di Kecamatan Ayah dengan jenis lahan tadah hujan, terutama di desa Desa Kedungweru, Bulurejo, dan Candirenggo, tetapi belum bisa dilakukan pengolahan lahan karena terkendala kekeringan. Petani telah mempersiapkan bibit padi untuk ditanam pada MT II ini. Jika penundaan pengolahan tanah terus dibiarkan, maka akan terjadi kemunduran panen dan dapat menurunkan produksi padi dalam setahun, sehingga dimungkinkan target produksi padi tahun 2017 tidak tercapai.

Oleh karena itu, BP Kecamatan Ayah melaporkan adanya kekeringan di tiga desa tersebut ke dinas untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Dengan adanya laporan tersebut, STPP Magelang yang berperan serta untuk mensukseskan gerakan upsus pajale, salah satunya di Kabupaten Kebumen, bersama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen, dan Kodim 0709 Kebumen melaksanakan Gerakan Percepatan Tanam untuk Peningkatan Luas Tambah Tanam Padi di Kecamatan Ayah, terutama di Desa Kedungweru, Bulurejo, dan Candirenggo.

Kegiatan tersebut dilaksanakn pada Kamis, 1 Juni 2017 dengan mendatangkan 3 pompa air Honda model MBI P-80 oleh Kodim 0709 Kebumen. Sebelumnya, Ketua STPP Magelang, Ir. Ali Rachman, M.Si. telah mengunjungi lokasi di Kecamatan Ayah pada Senin, 29 Mei 2017, tepatnya di embung Desa Kedungweru yang belum dioperasikan, sehingga lahan disana masih kekeringan. Posko LTT juga telah dibuat oleh Kodim 0709 Kebumen di kompleks Balai Desa Candirenggo.

Bersama petani, penyuluh pertanian BP Kecamatan Ayah, Koramil Ayah, dan mahasiswa pendamping STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta, kegiatan LTT diawali dengan mengairi lahan pertanian seluas 40 Ha di Blok Ebok, Desa Candirenggo dengan memompa air dari sungai. Setelah lahan teraliri air, dilakukan pembajakan dan penanaman oleh petani.

Dengan adanya kegiatan tersebut, dapat mengatasi kekeringan di lahan pertanian, sehingga petani dapat segera melaksanakan pengolahan tanah untuk dilanjutkan dengan penanaman. Diharapkan dengan adanya Gerakan Percepatan Tanam untuk Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, maka target produksi dapat tercapai (hid).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here