Kendalikan Wereng Batang Coklat (WBC), Petani Desa Kedungweru Kecamatan Ayah Lakukan Penyemprotan Massal

0
473

Laporan Kegiatan Pendampingan Mahasiswa Pada Program UPSUS Pajale Di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen

Berdasarkan laporan dari ketiga anggota kelompok tani di Desa Kedungweru (Marsudi Berkah Suasana, Kedung Jaya, dan Muji Rahayu) ke penyuluh, baik pada saat pertemuan kelompok rutin maupun pada saat penyuluh dan mahasiswa melakukan kunjungan ke petani, adanya serangan hama wereng batang coklat di persemaian padi maupun di tanaman padi yang masih usia muda. Petani telah mengamati ada populasi hama wereng yang cukup banyak pada satu rumpun tanaman padi. Menurut keterangan petani, Bapak Sumarjo, yang merupakan Ketua Poktan Kedung Jaya, menyatakan bahwa petani telah melakukan penyemprotan secara sendiri-sendiri, tetapi belum bisa mengendalikan populasi WBC.

Atas keluhan dari petani, PPL Desa Kedungweru dan mahasiswa pendamping berinisiatif untuk menghubungi Petugas POPT Kecamatan Ayah, yaitu Budi Kristanto, agar dilakukan pengamatan di lokasi terserang hama. Pada 16 Mei 2017, petani, PPL, petugas POPT, dan mahasiswa melakukan pengamatan di lahan persemaian padi dan pertanaman padi. Menurut keterangan Petugas POPT, populasi WBC sudah di atas ambang ekonomi, yaitu sudah mencapai lebih dari 30 ekor/ rumpun dan merekomendasikan adanya gerakan pengendalian massal.

Pengendalian hama WBC harus segera dilaksanakan, jika terlambat maka dapat mengakibatkan gagal panen. Menurut Priyatno dan Primasari (2016), wereng   batang   cokelat   (Nilaparvata   lugens)  merupakan   salah   satu   hama   penting   pada pertanaman padi karena mampu menimbulkan kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan secara langsung terjadi karena hama ini mempunyai kemampuan mengisap cairan tanaman yang menyebabkan daun menguning, kering dan akhirnya mati yang dikenal dengan gejala  hopperburn.  Kerusakan secara tidak langsung terjadi karena serangga ini merupakan vektor virus kerdil rumput  tipe 1  dan  tipe  2,  serta  virus  kerdil  hampa  (VKH).

Oleh karena itu, petugas POPT merekomendasikan adanya kegiatan pengendalian secara massal dengan menggunakan pestisida. Mahasiswa pendamping Desa Kedungweru membantu Gapoktan Sumber Barokah dengan membuat surat permohonan bantuan pestisida ke Lab PHPT Wilayah Kedu di Temanggung.

Pestisida yang diberikan adalah dengan merk dagang Sandimas dan pada hari Senin, 19 Mei 2017 dilaksanakan penyemprotan massal di Desa Kedungweru diawali dengan pengarahan dari Koordinator BP Kec. Ayah. Beliau menyampaikan bahwa diharapkan petani tetap menerapkan pengendalian hama terpadu untuk mengendalikan hama wereng coklat dan hama lainnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengendalian massal, dapat mengendalikan populasi BWC yang telah menyerang tanaman padi. (hid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here