KETAHANAN PANGAN, PROXI WAR YANG BISA ANCAM KEUTUHAN NKRI

Kuliah umum dilaksanakan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) Magelang. kegiatan yang dilaksanakan di Aula STPP Magelang tersebut menghadirkan Mayjend TNI Wiyarto (Asisten Teritorial Panglima TNI) dan Danjen Akademi TNI Letjend. TNI Bayu Purwiyono Danjen Akademi TNI. Pada kesempatan itu, Bayu berharap agar mahasiswa terus bersemangat dalam meningkatkan kemampuan di bidang pertanian. Sehingga permasalahan ketahanan pangan di masa datang dapat teratasi dengan generasi muda yang mencintai pertanian.

“Ketahanan pangan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar lagi untuk terus diperjuangkan agar tidak kalah dengan bangsa – bangsa lain mengingat luasnya dan besarnya potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya

Acara ini dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik ) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian RI Drs Gunawan Yuliyanto, MM M. Si. Dia menekankan kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan kemampuan yang baik dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian yang semakin komplek. Mahasiswa diharapkan menjadi motor pengerak dinamika dan pelopor pembangunan pertanian di daerah melalui inovasi teknologi serta alih teknologi pertanian terapan terbaru yang disuluhkan kepada para petani.

Sebelumnya didahului dengan sambutan Ketua STPP Magelang Ir Ali Rachman M Si dijelaskan kesiapan mahasiswa STPP Magelang yang sudah mewadahi. Mahasiswa STTP menjadi garda terdepan penjaga ketahanan pangan khususnya bidang peternakan yang berkelanjutan di Indonesia. Langkah kesiapan ini diwujudkan dengan senantiasa belajar, menempa diri mengasah keterampilan dan kemampuan dalam bidang penyuluhan serta teknis peternakan.

Selaku pembicara, Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjend TNI Wiyarto menjelaskan dinamika kehidupan dimasa mendatang, yang akan dihadapi generasi muda akan lebih banyak. Apalagi seperti telah disampaikan Presiden RI I. Joko Widodo soal mandat langsung dari Kementerian Pertanian dan TNI dapat lebih bekerja sama dalam mengawal program pemerintah untuk swasembada pangan. Mahasiswa STPP Magelang diharapkan dapat bekerja sama dengan TNI untuk melakukan program pendampingan kepada petani dan ikut serta dalam membasmi “Hama Petani” yaitu importir, tengkulak, oknum pejabat perdagangan, BULOG,bibit dan pupuk pertanian.

“Mahasiswa STPP dan TNI juga diwajibkan turut bekerja sama dalam pendampingan di kawasan 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) untuk mengawal program ketahanan dan kedaulatan pangan,” tandas Wiyarto.

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *