STPP SABET JUARA II DAN III LOMBA KARYA INOVATIF MAHASISWA

Lomba Karya Inovatif Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) 2017 dari Kementerian Pertanian diikuti 31 materi inovasi. Mereka yang mengirimkan karya inovasinya dari berbagai daerah di Indonesia. Dua karya mahasiswa STPP Magelang mampu menguasai dua slot kemenangan, sebagai juara II dan III pada awal Agustus silam.

Karya yang menjadi juara II adalah inovasi tentang “Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Bahan Dasar Pembuatan Mesin Tetas Telur Itik” karya Faizal Bayu,  Feri Kurniawan, dan Rayndra Syahdan. Sementara juara III “Upaya Pengobatan Penyakit Scabies pada Kambing, Menggunakan Daun Awar-Awar” merupakan karya Agung Cahya Budy, Febiana Mentari, dan Nadya Citra Pertiwi.

“Saat kami diundang untuk menjadi finalis, kami tak menyangka sama sekali. Karena kami mengerjakan dengan segala keterbatasan, mulai soal anggaran, waktu konsultasi, dan waktu pengerjaan laporan,” ujar Fabiana Mentari Putri Wijaya, mahasiswa STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan kemarin.

Dari hasil penelitian Mentari dan rekan-rekannya, ia sudah membuat suatu produk yaitu fisep obat scabies herbal. Produk ini terbuat dari bahan herbal daun awar-awar, tanaman obat yang memang tumbuh liar di mana-mana. Produk ini juga terbukti dapat mengurangi gejala klinis penyakit scabies, yang notabene penyakit ini susah disembuhkan.

“Hingga penelitian kami dapat membuktikan bahwa setelah pengobatan tidak ditemukan tungau yang menyebabkan terjadinya penyakit ini,” jelasnya.

Jika dibandingkan obat kimia pada umumnya, produk ini diyakini tidak menimbulkan resistensi terhadap penyakit itu. Keunggulan lain, harganya yang jauh lebih terjangkau. Padahal dari segi persiapan mereka melakukan selama kurang lebih satu bulan saat sedang berada di lapangan.

“Saat final kami mencoba melakukan yang terbaik yang kami bisa. Mulai membuat paparan dalam bentuk power point, melakukan penelitian lanjutan, sampai membuat pengembangan produk dari hasil penelitian kami,” jelasnya.

Meski sudah mendapat juara, bukan berarti inovasi yang ditemukan berhenti begitu saja. Ia mengaku masih dilakukan penelitian lanjutan untuk pengawetan produk agar lebih dapat tahan lama. “Satu lagi, keunggulan produk ini adalah aplikasinya mudah. Yaitu dengan dioles atau disemprot,” ungkapnya.

Salah satu pendamping mahasiswa dari STPP Magelang Pramu menjelaskan, persiapan lomba sudah sejak September 2016. Kala itu saat mahasiswa terlibat dalam penelitian dosen. Mahasiswa mengambil bagian dari penelitian dengan objek penelitian berbeda. Namun temanya sama.

“Untuk bimbingan intensif persiapan lomba KIM dari Maret-April 2017. Sedangkan pembinaan rutin dilaksanakan oleh kemahasiswaan STPP melalui pendampingan kegiatan UKM bidang karya tulis ilmiah,” katanya.

Pramu menjelaskan, mahasiswa STPP Magelang dididik dalam student reasearch centre. Setiap kegiatan akademik didasarkan pada hasil penelitian. “Termasuk kegiatan agribisnis yang dilakukannya juga didasarkan dari hasil penelitian dan pengamatan,” tambahnya. sumber radarjogja.co.id/mahasiswa-stpp-magelang-sabet-juara-ii-dan-iii-lomba-karya-inovatif-mahasiswa

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *