Kementerian Pertanian Bentuk Gerakan Pemuda Tani Indonesia

0
709

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mewujudkan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK yakni mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.


Untuk mewujudkan ini, Kementan membangun korporasi petani dengan membentuk Kelompok Usaha Berusaha (KUB) yang dilaksanakan dalam program Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempitan).

Kepala BPPSDMP Kementan Momon Rusmona mengatakan pembentukan KUB merupakan langkah nyata untuk melakukan pemberdayaan dan regenerasi petani yang menjadi tuhas utama Kementan. Kedua hal ini merupakan ujung tombak untuk merealisasikan Nawacita Jokowi-JK dan sekaligus visi Kementan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmona mengatakan pembentukan KUB merupakan langkah nyata untuk melakukan pemberdayaan dan regenerasi petani yang menjadi tuhas utama Kementan. Kedua hal ini merupakan ujung tombak untuk merealisasikan Nawacita Jokowi-JK dan sekaligus visi Kementan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

“KUB juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk membentuk pendampingan bagi Petani agar petani tidak dibiarkan berjalan sendiri-sendiri dengan membangun korporasi petani. Ini sama halnya membentuk KUB di semua daerah,” kata Momon, dalam siaran persnya, Senin 18 September 2017.

Momon menjelaskan pembentukan KUB merupakan solusi untuk menjawab terjadinya penurunan rumah tangga petani. Berdasarkan data BPS, di 2003, terdapat 31 juta rumah tangga petani. Namun di 2013 turun menjadi 26 juta rumah tangga petani.

“Karena itu, dengan adanya KUB ini, kami berharap benar-benar dapat meningkatkan pemberdayaan dan regenerasi petani serta mampu tingkatkan peran kelompok wanita tani,” ujar dia.

Untuk mewujudkan ini, Momon menegaskan KUB harus mampu bermitra dengan sumber-sumber permodalan, informasi pasar, dan bermitra dengan jaminan asuransi. Inilah menjadi tantangan pemuda tani yang tergabung dalam Gempita sehingga membangun pertanian yang meningkatkan nilai tambah, melindungi dan menyejahterakan petani.

“Karena itu, KUB harus dioptimalkan dan difasilitasi pemerintah sampai ke pengawalan. Dengan KUB, pertanian menjadi idolanya para pemuda tani dan pemuda akan diperebutkan gadis desa,” tuturnya.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Afnan Malay menambahkan KUB merupakan wadah untuk menampung profesionalitas kelompok muda pertanian, menerapkan pola pengelolaan pertanian yang efektif dan hasil secara optimal. Faktor SDM, manajerial, jaringan yang dimiliki pemuda tani yang mengelola KUB mampu memberikan kontribusi akan bangkitnya sektor pertanian.

“Jika pemuda tani bergerak dan sekaligus mampu menjadi pelaku usaha agribisnis, Pertanian Indonesia akan maju dan menguasai pangan dunia,” ungkapnya.

Koordinator Nasional Gempita Kementan, Muhammad Riyada mengungkapkan, melalui rembuk manajer KUB atau korporasi ini, pemuda tani diharapkan berperan sebagai pelayannya kelompok tani. Karena itu, dengan KUB dapat membangun sendiri industri benih, industri pupuk, aplikasi-aplikasi peralatan modern, pengolahan pasca panen modern hingga pemasaran.

“Dengan konsep ini, petani tidak akan jalan sendiri-sendiri. Selain ada penyuluh, petani juga dikawal oleh pemuda tani. Intinya keterlibatan pemuda tani untuk tumbuh kembangkan kelembagaan petani agar petani sejahtera dan minat pemuda tinggi terjun ke dunia pertanian,” pungkas Riyada.
Sumber http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/Wb7Y1BdK-kementan-bentuk-gerakan-pemuda-tani-indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here