stppyogyakarta.ac.id  Kementerian Pertanian RI berupaya mewujudkan program dan layanan pertanian yang bersih dan bebas pungutan liar (pungli). Untuk kepentingan tersebut Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian menyelenggarakan pembinaan antikorupsi “PROTANI” bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) di seluruh Indonesia, yakni Medan, Bogor, Magelang terdiri dari Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta dan Jurusan Penyuluhan Peternakan di Magelang , Malang, Gowa, dan Manokwari.

Kegiatan digelar di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta Selasa (24/10) – Kamis (24/10)  dibuka Wakil Gubernur DIY Paku Alam X.

Dalam kesempatan tersebut STPP Jurusan Penyuluhan Pertanian  (Jurluhtan) mengirimkan delegasi sebanyak 45 mahasiswa dan lima pembimbing.   Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan Ak Macc CA mengatakan, kegiatan “PROTANI” merupakan bentuk pembinaan tunas integritas program dan  layanan pertanian yang bersih, jujur, dan transparan, serta bebas pungli. Langkah ini penting guna menegaskan kembali peran para penyuluh pertanian yang antikorupsi dalam menjalankan setiap  program pangan secara berkelanjutan, dalam rangka menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2045. “Program pertanian tentu dapat berhasil jika peran penyuluh pertanian berjalan optimal,” ujarnya.

Menurut Justan, ada empat variabel indikator kinerja penyuluhan bidang pembangunan pertanian. Antara lain, kelembagaan pertanian , petani, penyuluh pertanian, dan penyelenggaraan penyuluhan. “Di tambah dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian serta monitoring dan evaluasi,” tuturnya.

Turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, di antaranya,  Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir Hari Priyono Msi. Hari memberikan materi tentang kebijakan pemberdayaan penyuluh pertanian. Kemudian Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Giri Suprapdiono menjelaskan tentang pengertian gratifikasi dan pungli. Serta sosialisasi ISO370001:2016 tentang Bribery Management sistem oleh Kepala Komite Akreditasi Nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) DR. Momon Rusmono berharap, melalui kegiatan pembinaan “PROTANI” seluruh penyuluh pertanian maupun peternakan di Indonesia bisa menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia swasembada pangan. (teamweb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here