stppyogyakarta.ac.id. Sudah satu bulan berlalu kegiatan pendampingan APBN-P komoditas bawang putih mahasiswa/i STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta di Kabupaten Temanggung. Salah satu sentra komoditas bawang putih adalah Desa Petarangan, Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung.

Salah satu action adalah pelaksanaan pengolahan lahan untuk persiapan penanaman bawang putih. Persiapan lahan dilakukan oleh anggota Gapoktan dengan gotong royong. Pengolahan lahan dimulai dengan kegiatan pelepasan mulsa sisa tanaman sebelumnya, pemangkasan sisa tanaman tembakau, dan pembuatan bedengan menggunakan cultivator. Dalam acara ini, turut hadir juga mahasiswa/i pendamping yang bertugas di Gapoktan tersebut.  Menurut Bapak Juarlan selaku petani yang terlibat dalam kegiatan pengolahan lahan, menyatakan bahwa dengan adanya pendampingan ini, banyak manfaat yang diperoleh petani, khususnya memotivasi petani untuk lebih serius dalam menggunakan bantuan yang telah diglontorkan pemerintah untuk budidaya bawang putih. Untuk saat ini, saprodi yang sudah berada di lapangan  yaitu pupuk dan mulsa hanya dibagikan untuk petani yang memiliki bibit bawang putih saja, hal ini ditujukan untuk mengindari penyalahgunaan pemberian saprodi oleh petani. Kesan dan pesan disampaikan oleh Bapak Sugito selaku ketua Kelompok tani Al fatah bahwa dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa/i Jurluhtan Yogyakarta menjadikan petani lebih baik karena adanya pengetahuan mengenai teknik budidaya dan penerapan teknologi dari pendamping serta banyaknya pengalaman yang dimiliki petani menjadikan kolaborasi yang baik di lapangan.

Kendala yang dihadapi petani selama ini adalah bantuan kerap terlambat dan rendahnya harga jual hasil panen menjadikan petani malas untuk berbudidaya bawang putih, namun dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan pemerintah menepati janjinya untuk menjamin harga jual bawang putih waktu panen sehingga dapat mewujudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan 2045 mendatang.

 

“Harapan dari adanya pendampingan ini dapat memajukan petani melalui pengetahuan teori dan praktik yang dimiliki oleh mahasiswa/i STPP Jurluhtan Yogyakarta. Adanya kelengkapan administrasi mulai dari olah lahan sampai panen semua dapat perhitungkan sehingga petani dapat memperhitungkan keuntungan yang didapat”. “Setelah kegiatan pendampingan selesai diharapkan mahasiswa/i STPP Yogyakarta tetap memantau kegiatan budidaya yang dilakukan petani agar mereka juga mengetahui perkembangan di lapangan serta bisa memberikan solusi bagi petani jika terjadi suatu permasalahan di lapangan” lanjutnya.

Dengan adanya pendampingan APBN-P yang melibatkan mahasiswa/i STPP Jurluhtan Yogyakarta dirasa memberikan dampak positif bagi mereka, diantaranya adalah menambah pengetahuan, pengalaman, dan mengasah jiwa sosial dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar. (kontributor Linda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here