Panen Padi Tiap Hari di Cilacap Dukung Swasembada Nasional

0
246

Panen Padi Tiap Hari di Cilacap Dukung Swasembada Nasional

Mengawali tahun 2018 Kementerian Pertanian bersama dengan masyarakat petani dan pihak-pihak terkait lainnya giat melaksanakan gerakan panen bersama di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kabupaten Cilacap yang dikenal sebagai lumbung padinya Jawa Tengah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Ir Momon Rusmono, MS memimpin panen, Senin (8/01/2017) masyarakat petani di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap, Komandan Kodim 0703/clp, Ketua STPP Magelang sebagai penanggungjawab UPSUS PaJaLe Kabupaten Cilacap, Bulog, Kepala BPTP Provinsi Jawa Tengah. 

Potensi luas panen bulan Januari di Kabupaten Cilacap mencapai 10.500 ha tersebar di kecamatan Dayeuhluhur, Sidareja, Majenang, Kesugihan, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Binangun, Nusawungu. Di Kecamatan Binangun seluas 1.935 ha, untuk desa Binangun seluas 250 ha varietas Padi inpari 10, inpari 33, ciherang dan pak tiwi dengan periode panen bulan Januari 2018. Panen bersama di lolasi KT Tani Makmur yg memililiki potensi panen seluas 37 ha dengan produktivitas rerata 9,3 ton/ha GKP.

Panen di Kabupaten Cilacap pada bulan Januari diprediksi bisa mencapai 10.500 ha yg tersebar di kecamatan Dayeuhluhur, Sidareja, Majenang, Kesugihan, Adipala, Maos, Sampang, Kroya, Binangun, Nusawungu. Kegiatan Panen bersama dilanjutkan di desa Bangkal kecamatan Binangun dan di desa Pucung Kidul Kecamatan Kroya. 

Potensi Panen Kecamatan Kroya sebesar 1.273 ha, desa Pucung Kidul 196 ha di bulan Januari 2018 dengan varietas inpari 32, inpari 33, pak tiwi. Hasil ubinan di KT Sri Rejeki menunjukkan provitas sebesar 9,8 ton/ha GKP. 

Dengan produktivitas yang tinggi tiga lokasi tersebut maka Ir. Momon Rusmono, M.S semakin optimis bahwa bangsa Indonesia tidak perlu impor beras karena setiap hari ada panen dan setiap hari pula ada petani yang menanam padi. 

Ir. Ali Rahman M.Si menambahkan bahwa terjadi sinergitas antara peternak dan petani, karena hasil sampingan panen berupa potongan tanaman padi bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Simbiose mutualisme terjadi si sini karena peternak membantu petani sewaktu panen padi dengan imbalan potongan tanaman padi yg telah dirontokkan padinya untuk pakan ternak sapi. Sehingga swasembada pangan dan swasembada daging dapat semakin terjaga dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here