Segelintir Motivasi Dari Sang Pembangun Negeri

    0
    181

    Oleh : Linda Novita

    Motivasi. Setiap manusia memerlukan motivasi dalam kehidupannya. Disadari atau tidak setiap orang membutuhkan motivasi, baik itu dari dalam diri sendiri atau dari orang lain. Untuk memotivasi tidak harus menjadi sukses terlebih dahulu, karena inspirasi tidak hanya datang dari mereka yang sukses. Namun memang tidak dipungkiri, jika segala sesuatu yang dilakukan orang yang telah sukses akan lebih mampu menjadi inspirasi yang dapat memotivasi.

    Oemar Hamalik (2004: 175) menjelaskan fungsi motivasi antara lain : mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Perbuatan belajar akan terjadi apabila seseorang tersebut memiliki motivasi, sebagai pengarah, artinya dapat menjadi jalan agar mampu menuju arah yang ingin dicapai, sebagai penggerak, berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Berdasarkan fungsi motivasi diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi adalah memberikan arah dalam meraih apa yang diinginkan, menentukan sikap atau tingkah laku yang akan dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan juga sebagai mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas.

    Hal ini menunjukkan bahwa motivasi selalu diperlukan untuk menggugah semangat seseorang dalam melakukan aktivitas. Bagi kalangan mahasiswa khususnya, diyakini lebih banyak memerlukan motivasi karena secara umur, usia mahasiswa sedang berada di masa peralihan dari remaja menjadi dewasa. Berbicara tentang pengaruh motivasi belajar tentu sangat penting bagi remaja. Terutama dalam meningaktkan prestasi. Bila seorang remaja memiliki motivasi belajar yang tinggi tentu semangat yang dimilikinya pun demikian. Jika demikian, kesuksesan bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk digapai. Remaja yang juga merupakan makhluk sosial pasti berinteraksi dengan banyak orang. Interaksi yang dilakukan remaja akan berdampak positif ketika ia bisa mengambil hal-hal positif dari apa yang ia lihat maupun ia dengar.  Di sinilah, peran motivasi sangat dibutuhkan

    Siapa yang tidak mengenali Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ? dengan kiprahnya yang mumpuni sebagai orang nomor 1 di Kementerian Pertanian Republik Indonesia Periode 2014-2019 , beliau mampu membuktikan bahwa Indonesia mampu untuk swasembada pangan, Keberhasilan tersebut terlihat dari capaian luas tanam jagung yang pada 2017 mencapai 2.279.345, lebih luas dibandingkan tahun 2016 yang berada di angka 2.146.781 hektar. Kemudian untuk komoditas beras pada 2017 lebih kecil dibandingkan 2016 sebesar 413.727 hektar,  dengan rincian tahun 2016 yaitu 5.241.597 hektar dan tahun 2017 yaitu 4.827.872 hektar. Namun,  di balik suksesnya sebagai menteri pertanian, hanya sedikit orang yang mengetahui  perjalanan hidupnya.

    Kisah masa muda beliau, khususnya saat menjadi mahasiswa banyak diungkapkan saat memberikan kuliah umum di kampus STPP Jurluhtan Yogyakarta pada 12 Maret 2018. Beliau banyak memberikan motivasi pada peserta kuliah umum melalui sekelumit kisah masa mudanya. Dari kisahnya sewaktu masih menjadi mahasiswa yang hanya memiliki sepasang baju putih dan celana kain hitam, ketidakmampuan dalam segi materi bahkan hanya untuk sekedar memfotokopi materi kuliah  membuatnya harus tidur di perpustakaan untuk menghafal buku yang dibaca. “Kita boleh terlahir miskin, namun jangan mati sia sia dalam keadaan miskin, karena kesuksesan Anda, ditentukan dari apa yang kalian lakukan hari ini”. Beliau membuktikan bahwa keterbatasan materi bukan menjadi penghalang seseorang untuk sukses karena banyak orang yang sukses ketika diuji dengan keterbatasan, namun jarang orang yang sukses ketika diuji dengan kenikmatan.

    Harapan besar dicetuskan  Mentan untuk mahasiwa. “anak STPP, setelah lulus itu dicari pekerjaan, bukan mencari pekerjaan”. Lulusan  STPP harus mampu menjadi tenaga ahli yang siap bersaing di dunia kerja, sehingga tidak lagi mencari pekerjaan, namun karena kualitasnya, dunia kerjalah yang akan mencari anak-anak STPP. Para dosen diminta untuk tidak putus asa dalam memberikan ilmunya kepada para mahasiswa, “hari ini bisa jadi dia tidak menyukai Anda, tapi besok dia mengenang Anda, karena kalau lingkungan biasa, jangan mimpi jadi perubah bangsa”. Ibarat sebuah bola yang dipukul keras akan memberikan daya lentingan lebih tinggi dibanding bola yang dipukul dengan tenaga lemah. “Tekuni dan pelajari apa yang menjadi minat saudara. Yakin, ikhlas, dan istiqomah, pasti berhasil”. Mahasiswa diminta untuk belajar dan membekali diri dengan berbagi ilmu dan keterampilan sehingga menjadi lulusan berkualitas dan memiliki daya juang tinggi. Beliau memberikan satu tips dalam memotivasi diri untuk sukses “jangan niatkan balas dendam ketika ada yang menolakmu, cukup kamu yang sakit hati, biarkan dia bahagia, namun buktikan padanya keberhasilan Anda semasa mendatang.” (teamweb)

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here