Pompa Air, Solusi Pengairan di Awal Musim Gadu

0
243

Peran Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian – STPP Magelang selaku Penanggung Jawab Upaya Khusus Padi, Jagung, dam Kedelai (Upsus Pajale) Kabupaten Kebumen yang terus berupaya untuk mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT) Pajale meskipun untuk saat ini curah hujan sudah mulai berkurang.

Masalah kuranganya air untuk  pengairan, mendorong STPP Magelang untuk bergerak mengupayakan para petani agar memanfaatkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) pompa air.

Penggunaan pompa air berfungsi mengalirkan air ke lahan persawahan. Dengan memanfaatkan alsintan ini, masalah air yg biasanya menjadi titik kritis pengolahan lahan dapat diatasi.

Dilatar belakangi beberapa tahun terakhir ini petani sering mengalami gagal panen pada musim gadu (April – September) karena pendangkalan sungai Kalitolang, yakni sungai yang mengairi sawah di dua pedukuhan di Desa Indrosari, lebih tepatnya sungai yang mengairi persawahan milik dua kelompok tani yaitu Sekar Jaya dan Mardi Utomo.

Saat ini petani lebih mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan persawahan mereka, akan tetapi jika terjadi kemarau panjang dan curah hujan yang tidak menentu dapat mengakibatkan waktu tanam menjadi mundur, panen tidak bisa 100% berhasil, dan indeks pertanaman atau IP 300 belum bisa tercapai.

Desa Indrosari memiliki luas lahan irigasi 140 hektar, dengan sistem pengairannya berupa pengairan teknis dan setengah teknis yang terbagi di wilayah tiga kelompok tani atau Poktan. Dari total luas lahan tersebut, 82 hektar sawah kekurangan air terutama di musim tanam gadu.

Dalam upaya mensukseskan program Upsus Pajale, salah satu upaya penyuluh pertanian lapangan (PPL) melalui sinergi dengan aparat desa, kelompok tani dan TNI AD untuk bersama-sama berupaya melakukan optimalisasi pemanfaatan pompa air, yang diawali dengan usaha Normalisasi Sungai Kalitolang yang mengalami pendangkalan.

Pompa yg digunakan dalam usaha Optimalisasi Alsintan ini adalah pompa air bantuan pemerintah pada 2009 yang sudah dimodifikasi sehingga dapat bekerja lebih maksimal.

Kepala Desa Indrosari, Muhamad Muslih memaparkan tentang pompanisasi musim gadu sangat dibutuhkan oleh petani terutama untuk lokasi yang sulit terjangkau air irigasi, atau lokasi yg lebih tinggi dari sungai, istilah dalam bahasa Jawa adalah lokasi petit.

Dengan pompanisasi ini, harapan petani, pengairan bisa lancar sampai dengan waktu panen. Rencana pemanfaatan pompa air adalah untuk mengairi luasan sebanyak 82 hektar, mulai dari awal pengolahan lahan sampai menjelang panen.

Dengan adanya ketersediaan air yg cukup, diharapkan hasil panen dapat maksimal, target percepatan tanam tercapai, dapat menekan puso akibat kekeringan dan bisa menanam palawija tepat pada waktunya sehingga indeks pertanaman (IP 300) juga tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here