Penyuluhan via Medsos, Strategi BPPSDMP Kementan Bentuk Karakter Agropreneur Muda

0
105

Program penyuluhan, pendidikan dan pelatihan sebagai bagian Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dipadu Regenerasi Petani menjadi strategi utama Kementerian Pertanian RI di bawah koordinasi Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian (BPSDMP) untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian sebagai agropreneur muda. Mereka adalah generasi Y dan Z yang banyak tertarik pada teknologi informasi dan media sosial, sehingga harus lebih banyak ekspos penyuluhan pertanian melalui Facebook, Instagram, Twitter dan Linkedin.
Penyuluhan via Medsos, Strategi BPPSDMP Kementan Sokong Karakter Agropreneur Muda
Hal itu dikemukakan oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono dan Ketua STPP Jurluhtan Yogyakarta, Ali Rachman di Yogyakarta, Sabtu (8/9) pada seminar nasional ´Membangun Entrepreneur Muda dalam Perkembangan Agroteknologi di Era Digital´. Pembicara lain Yossi Wibisono dari Center of Technology Politeknik Indonesia; Direktur Utama PT Naturan Nusantara, Hana Indra Kusuma; dan pimpinan Pispi pusat, Achmad Tjachja.

“Misi dari kebijakan tersebut adalah mengembangkan potensi generasi muda sebagai inovator, menguatkan kelembagaan dan jaringan usaha pertanian yang berdaya saing, membangun jiwa sosioagripreneur generasi petani berwawasan kebangsaan yang responsif terhadap perubahan lingkungan strategis yang didukung para pemangku kepentingan,” kata Momon Rusmono.

Menurutnya, tiga faktor utama sektor pertanian yang harus dipertimbangkan untuk menarik generasi muda ke pertanian yakni: produktivitas dan profitabilitas, kesempatan kerja, kenyamanan dan kepuasan kerja sesuai karakter generasi muda dengan pola pikir dan aktivitas dinamis, dengan ketertarikan tinggi terhadap inovasi teknologi.

“Merekalah generasi digital di era milenial yang lekat dengan teknologi, sehingga kementerian melakukan pendekatan pada pemanfaatan teknologi. Alsintan terbukti mampu menarik minat generasi muda menjadi operator traktor pengolah tanah, mesin tanam padi rice transplanter, dan combine harvester,” katanya.

Agropreneur Muda
Ali Rachman mengulas tentang program STPP Yogyakarta setelah transformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk menunjang visi ´generasi petani berkarakter agropreneur´ antara lain pemberian beasiswa calon petani muda bagi non-PNS di Polbangtan pada 13 program studi.

“Visi dan misi Polbangtan berikutnya adalah penumbuhan wirausahawan muda pertanian berbasis inovasi agribisnis dan teknologi informasi untuk membangkitkan agropreneur muda sebagai generasi penerus pelaku pertanian masa depan. Agropreneur muda dapat dimaknai sebagai generasi muda yang berwirausaha pada bidang pertanian,” kata Ali Rachman.

Langkah strategis untuk membangkitkan agropreneur muda adalah meningkatkan daya tarik bidang pertanian. Generasi muda yang menjadi sasaran untuk agropreneur muda adalah generasi Y yang lahir 1981-1994 dan generasi Z yang lahir 1995-2010. Generasi yang banyak tertarik pada teknologi informasi dan media sosial.

“Kebijakan pemerintah dan pemangku kepentingan harus berupaya menarik kaum muda pada pertanian dengan melakukan lebih banyak lagi ekpos bidang pertanian melalui teknologi informasi dan media sosial,” kata Ali Rachman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here