PJ Opsin Jateng Pimpin Monev Opsin Korem 072 Pamungkas

0
47

Kementerian Pertanian RI melakukan monitoring dan evaluasi alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan pemerintah, khususnya roda dua dan empat (TR2 dan TR4) serta pompa air (PA) untuk mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT) seluas 22.068 hektar dari target LTT di wilayah koordinasi Korem 072 Pamungkas yang meliputi lima kabupaten: Magelang, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung pada 1 – 15 Oktober 2018.

 

Kegiatan monitoring dan evaluasi atau Monev dipimpin Penanggung Jawab Jawab Optimalisasi Alsintan (PJ Opsin) Provinsi Jawa Tengah, Ali Rachman di Sleman, Yogyakarta pagi ini (16/10) pada rapat koordinasi (Rakor) untuk memastikan Alsintan dimanfaatkan secara optimal oleh penerima bantuan.

Ali Rachman mengingatkan tentang pencapaian target LTT didukung Alsintan dengan penguatan unit pelayanan jasa Alsintan (UPJA) secara kolektif mulai dari pengolahan tanah, penanaman, dan panen.

Sementara dari sisi kapasitas kerja Alsintan per hari, diketahui untuk TR2 sekitar 0,3 hektar, TR4 2 hektar, combine harvester kecil atau CHK 0,6 hektar, combine harvester sedang (CHS) mencapai 1,2 hektar, dan combine harvester besar (CHB) CHB sekitar 2 hektar.

Tampak hadir Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni diwakili Pasiter yang ditunjuk, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian di Dinas Pertanian Pemprov Jawa Tengah, Kabid Sapras dari lima kabupaten, Kasie Alsintan dan petugas data Opsin.

Penggunaan mesin pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, meningkatkan mutu dan nilai tambah produksi pertanian dan pemberdayaan petani.

“Pada hakikatnya, penggunaan Alsintan pada lahan pertanian bertujuan meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian, dimana setiap tahapan dari proses produksi tersebut dapat memanfaatkan Alsintan,” kata Ali Rachman.

Koordinator Opsin Korem 072 Pamungkas, Irwan Johan Sumarno menambahkan mekanisasi pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tenaga manusia, derajat dan taraf hidup petani, kuantitas dan kualitas produksi pangan.

“Hal itu akan memberi peluang pertumbuhan usaha tani dari tipe subsisten menjadi tipe pertanian perusahaan, serta mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat agraris menjadi industri,” kata Irwan yang juga menjabat Kabag Administrasi Umum Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here