Mahasiswa Yo Ma Kembangkan Biofarmaka Sereh

0
110
Sebanyak 70 mahasiswa semester 6 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Sabtu, (16/3/2019)   melakukan penanaman sereh dapur. Penanaman sereh  seluas 4.200 m2 di Kebun Teaching Factory (TEFA), di Karangsari Maguwoharjo Sleman.
Kebun Karangsari merupakan salah satu kebun yang dimiliki Polbangtan YOMA dengan total luas area mencapai 9,1 ha, dengan karakteristik lahan kering. Kegiatan penanaman sereh dapur merupakan implementasi metode pembelajaran Teaching Factory yang melibatkan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), ke dalam kegiatan belajar mengajar Polbangtan YOMA.
Menurut R. Hermawan, SP., MP selaku koordinator bidang kemahasiswaan, keterlibatan mahasiswa di dalam TEFA sangat penting. Mahasiswa merupakan pelaku di dalam TEFA karena dengan melibatkan mereka dan juga DUDI, kompetensi mahasiswa dapat dicapai.
“Mahasiswa akan belajar mengenai manajemen agribisnis biofarmaka, dari mulai perencanaan, pengelolaan lahan dan input produksi yang lain serta pengoalahan dan pemasaran hasil pertanian,” ungkap Hermawan,  yang juga anggota Tim Kerjasama TEFA.
Sementara itu, Kepala TEFA Polbangtan YOMA, Kodrad Winarno STP MAgriCom menerangkan bahwa, Unit TEFA Polbangtan YOMA memiliki tugas untuk memfasilitasi kegiatan praktik mahasiswa bersama dengan DUDI. Tujuan utama TEFA adalah untuk memberikan kemanfaatan kepada mahasiswa sambil menghasilkan produk, atau jasa yang dapat diterima pasar atau mitra usaha Polbangtan YOMA.
“Kegiatan penanaman sereh ini, bekerjasama dengan Hartowijaya Agri Mandiri yang nantinya akan berkolaborasi men-supply sereh segar ke beberapa retailer di Yogyakarta,” terang Kodrad.
Hadir dalam penanaman perdana sereh tersebut, Direktur Polbangtan YOMA, Dr Rajiman SP MP. Menurutnya, salah satu target utama Polbangtan YOMA adalah mencetak mahasiswa menjadi alumni yang mampu menciptakan lapanan kerja (job creator), dan juga menjadi job seeker.
“Dengan TEFA, mahasiswa akan dikenalkan dengan budaya industri yang disampaikan langsung oleh dosen industri / praktisi dari DUDI yang memang sudah berpengalaman di bidangnya, sehingga target yang diharapkan dari kompetensi mahasiswa  akan tercapai”, jelas Dr Rajiman.
Ditambahkan dengab pengalaman melakukan kegiatan bersama industri, mahasiswa akan terlatih dengan suasana industri sehingga diharapkan karakter kewirausahaan mahasiswa akan tumbuh dan berkembang. Hal ini pada akhirnya mampu membekali para mahasiswa untuk menjadi pengusaha di bidang pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here