Polbangtan Yo-Ma Sukseskan 1st MIA

0
296

Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia, melalui 1st Millennial Indonesian Agripreneurs (1st MIA), berupaya untuk memperkenalkan Kelompok Wirausahawan Muda Pertanian ke masyarakat secara lebih luas, terutama pada generasi muda. Ini untuk  meningkatkan daya tarik generasi muda, dalam sektor pertanian.

Tujuan lainnya, untuk meningkatkan dan memperkenalkan hasil inovasi dari Kelompok Wirausahawan Muda Pertanian, serta memperlebar peluang terjadinya kolaborasi antara sektor bisnis dan pendidikan. Selain itu, MIA juga betujuan untuk mempromosikan Polbangtan, PEPI dan sekolah vokasi, serta memberikan hiburan yang mendidik, kreatif, inovatif dan atraktif.

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, yang juga merupakan salah satu pendidikan vokasi dilingkup Kementerian Pertanian Indonesia secara partisipatif, mengikuti MIA yang diselenggarakan di Botanic Square, Bogor pada  18-21 April 2019. Polbangtan Yo-Ma yang berkolaborasi dengan universitas mitra yaitu UGM, UNDIP, UNS, UNLAM, UNTAN, UNSOED, UPR, UNMUL, SMKPP Banjarbaru, SMKPP Samarinda, SMKPP Pelaihari dan SMKPP H Moenadi, yang menjadi satu koordinasi wilayah Polbangtan Yo-Ma, telah berhasil memamerkan produk-produk unggulan mereka sebagai peserta Kelompok Wirausahawan Muda Pertanian.

Menurut Korwil PWMP polbangatan Yogyakarta Magelang, R Hermawan SP MP,   PTM dan SMKPP korwil Polbangtan Yoma, sudah menampilkan produknya, agar para wirusahawan muda tersebut terfasilitasi dari publikasi dan pemasaran.

“Dengan ada pertemuan semacam ini, setiap lini pasar dapat melihat langsung produk milenial pertanian yang siap dipasarkan,” kata Hermawan.

Ardiyanto, Korwil Polbangtan Yo-Ma, mempresentasikan 3 produk unggulan yaitu Kebun Cilik yang diproduksi oleh Kelompok Ayo Nandur dari Undip, Kultur Jaringan Anggrek yang diproduk oleh Indonesian Ornamental Plants dari Polbangtan Yo-Ma, dan Nice Rice yaitu beras yang sudah tersertifikasi KAN, Organik, LeSOS dan Kementrian RI, diproduksi ole Nice Rice Indonesia dari UGM.

Sebagai produk yang ditetapkan sebagai produk unggulan, Tim Korwil Polbangtan Yo-Ma, memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan nominasi produk unggulan di 1st MIA ini yaitu dinilai inovasi produk, keberlayakan produk, omzet penjualan dan cakupan pemasaran. Antusiame dari pengunjung stand Polbangtan Yo-Ma, sudah mulai terlihat sejak hari pertama saat pembukaan resmi.

Momon Rusmono (Kepala BPPSMP), membeli salah satu produk unggulan yaitu kultur jaringan anggrek yang sudah dikemas menjadi souvenir cantik. “Kreatif ya..” kata beliau sembari mengambil produk.

Sedangkan Direktur Polbangtan Yoma, Dr Rajiman SP MP mengatakan, kegiatan semacam ini harus dilanjutkan agar para millenial dibidang pertanian langsung bisa berinteraksi dengan pasar.

Selain itu, banyak pengunjung tertarik dengan pengemasan Kebun Cilik yang dikemas dalam bentuk pot kecil, berisi lengkap dengan media tanam dan benih tanamannya, serta cara menanam tanaman yang baik dan benar.

Tak hanya sekedar pameran, Alfiano, salah satu mahasiswa dari Tim Korwil Polbangtan Yo-Ma, berpartisipasi dalam Millenial Debate dengan tema “How to be a Succesful Agropreneur?”. Acara menarik lainnya adalah, Millenial Update, Millenial Meet Bussines, Millenial Innova, Entrepreneur idol, Talkshow dan Lomba Vlog. Kesuksesan keikutsertaan dalam acara 1st MIA ini, tak lepas dari kekompakan Tim Korwil Polbangtan Yo-Ma yaitu Fatah, Tri, Rahayu, Darma, Ari, Ardianto, Dian, Rahmat, Arjun, seluruh mahasiswa peserta PWMP, pembimbing dan panitia PWMP, serta seluruh pihak yang sudah mendukung kaum Millenial untuk berkreasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here