Polbangtan YOMA Ajak Penyuluh dan Babinsa Merapatkan Barisan

0
152

Sebagai penanggung jawab program upaya khusus (upsus) padi jagung kedele (Pajale) dan optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) Kabupaten Kebumen, Politeknik Pembangunan Pertanian  (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menyelenggarakan rapat koordinasi di Hotel Mexolie Kebumen, Rabu (22/05/2019) lalau.

Rakor dihadiri  Direktur Polbangtan YOMA, Wakil Direktur I Polbangtan YOMA, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten  Kebumen, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten  Kebumen, Komandan Kodim 0709/Kebumen, serta petugas Luas Tambah Tanam (LTT) dan Optimalisasi Alsintan (Opsin) 26 Kecamatan.

Dalam arahannya, Direktur Polbangtan YOMA, Dr Rajiman SP MP menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas baik penyuluh maupun babinsa yang terus berupaya untuk mensukseskan program LTT Pajale dan Opsin. Pada Mei 2019, Kebumen memperoleh target LTT seluas 25.095 ha, sementara realisasi sampai dengan 21 Mei 2019, telah mencapai 19.700 ha. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya percepatan untuk mengejar target tersebut.

“Upaya yang harus dilakukan salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan alsintan dengan cara menggerakkan UPJA yang ada di sekitar kecamatan untuk menginisiasi pengolahan lahan dan tanam serempak,” ungkap Rajiman.

Selain itu, perlu dipetakan keberadaan teknisi atau bengkel desa, yang nantinya akan membantu dalam memperbaiki alsintan milik unit pengelolaan jasa alsintan (UPJA). Sehingga bila alsintan bermasalah atau rusak, dapat segera diperbaiki dan digunakan kembali sehingga tidak sampai mangkrak.

Komandan Kodim 0709 Kebumen, Letkol Inf Zamril Philiang mengatakan pertemuan koordinasi ini sangat penting untuk mempererat koordinasi dan sinergi antara Dinas Pertanian melalui petugas di tingkat kecamatan dengan babinsa yang ada di koramil.

“Seluruh petugas baik penyuluh maupun babinsa agar dapat lebih giat mendampingi dan terjun langsung ke masyarakat, untuk mengajak petani mengidentifikasi kendala yang dihadapi,” ungkapnya.

Bila ada kendala, bisa diatasi bersama sehingga nantinya dapat dilakukan pengolahan lahan dan tanam secara serempak. Selain itu dapat pula dilakukan pendampingan petani,dalam rangka menyalurkan keluhan yang dihadapi petani untuk dapat disampaikan ke penentu kebijakan di tingkat dinas di kabupaten maupun provinsi atau bahkan sampai ke tingkat pusat.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. “Petugas kecamatan segera memetakan permasalahannya sampai ke level desa, seperti misalnya apakah air tidak sampai, apakah kurang alsintan, apakah petani enggan terjun ke sawah, apakah menunggu petani yang lain?” terang Ir H Tri Haryono.

Seluruh permasalahan tersebut segera dianalisa akar permasalahannya dan bagaimanakah solusinya. Selain itu, lebih diintensifkan dalam mendampingi petani di lapangan. Petani agar dapat dimotivasi untuk tanam, sehingga sisa waktu tanam di bulan Mei 2019 dapat terkejar. Pastikan sumber-sumber air seperti sungai dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan pompa untuk mengairi lahan sawah.

Terkait dengan pemanfaatan alsintan di wilayah Kebumen, Kadistapang menyampaikan,  perlu dilakukan pemetaan mengenai wilayah layanan dan operasional dari alsintan baik milik kelompok maupun milik pribadi dan perlu dilakukan koordinasi dengan operator alsintan yang beroperasi lebih dahulu di wilayah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here