Mahasiswa Polbangtan YOMA Panen Obat Herbal Daun Dewa

0
50

Daun Dewa, atau nama latinnya  (Gynura divaricata),  adalah salah satu tumbuhan yang sering menjadi obat herbal, karena memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Daun dewa digunakan diantaranya  untuk mengobati kanker payudara, herpes, hipertensi, diabetes dan stroke.

Khasiat tersebut berasal dari senyawa yang ada di dalam daun dewa, diantaranya adalah flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Tak heran, permintaan akan daun dewa semakin lama semakin meningkat. Melihat peluang ini, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (YoMa) melalui prodi Agribisnis Hortikultura minat Biofarmaka, telah membudidayakan daun dewa.

Kegiatan budidaya daun dewa, dilaksanakan di kebun Teaching Factory (TEFA) Sempu, di Dusun Sempu, Wedomartani, Ngemplak Sleman. Budidaya daun dewa bekerjasama dengan mitra Polbangtan YOMA yaitu Bina Agro Mandiri, sebuah perusahaan produsen produk-produk herbal di Yogyakarta.

Kegiatan budidaya dan penanganan pasca panen daun dewa, dilaksanakan oleh mahasiswa prodi Agribisnis Hortikultura.

Sekitar 2 bulan yang lalu,  penanaman daun dewa dilaksanakan dengan luasan sekitar 350 m2. Penanaman terus dilakukan dengan target sekitar 7.000 m2. Pada 13 Juni 2019, dilakukan panen perdana daun dewa.

Sesuai dengan karakteristiknya, daun dewa dapat dipanen sekitar 1,5 – 2 bulan. Proses panen dilakukan dengan memangkas daun yang sudah cukup lebar dan disisakan 3-4 daun, untuk pertumbuhan selanjutnya. Kemudian daun yang sudah dipanen, dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari, selama kurang lebih 3 hari. Selanjutnya  dikemas, dikirimkan ke Bina Agro Mandiri untuk proses selanjutnya.

Menurut Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Dr. Rajiman, SP.,MP, pengembangan daun dewa dimaksudkan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensinya di bidang biofarmaka.

“Kami ingin mahasiswa dapat memperoleh pengalaman di bidang biofarmaka, melalui budidaya dan penanganan pascapanen di kebun TEFA Sempu ini. Dengan bekerja bersama Bina Agro Mandiri, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensinya di bidang biofarmaka,” ungkap Dr. Rajiman.

Sementara itu, Kepala Unit Teaching Factory (TEFA) Polbangtan YOMA, Kodrad Winarno, S.TP.,M.AgriCom menyampaikan bahwa Unit TEFA akan terus dikembangkan dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

“Kami senantiasa terus mengembangkan TEFA Biofarmaka di Kebun Sempu dengan memanfaatkan teknologi seperti menggunakan irigasi sprinkler, menggunakan peralatan modern untuk penanganan pasca panen dan mempersiapkan gudang penyimpanan,” ungkap Kodrad Winarno, S.TP.,M.AgriCom.

Ditambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman membudidayakan tanaman biofarmaka, serta melakukan penanganan pasca panen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here