Peran Polbangtan YoMa Atasi Kekeringan di Kebumen

0
29

Apel Gabungan dan Peresmian Posko Kekeringan dilakukan Bupati Kebumen pada 24 Juli 2019 di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen. Kegiatan dalam rangka antisipasi dan penanggulangan kekeringan di Kabupaten tersebut.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) turut hadir sebagai Penanggung Jawab Program UPSUS Pajale Kabupaten Kebumen. Apel gabungan juga dihadiri oleh Kapolres Kebumen dan jajarannya, Dandim 0709 Kebumen dan jajarannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen beserta Koordinator Penyuluh Tingkat Kecamatan, Kepala BPBD Kebumen, dan Kepala OPD yang lain.

Bupati Kebumen yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, menyampaikan bahwa posko kekeringan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian dimana setiap kabupaten agar melakukan antisipasi kondisi daerah yang memiliki potensi kekeringan. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika bahwa perkiraan puncak musim kemarau di Kebumen akan terjadi pada Agustus 2019 dan diperkirakan hujan baru akan turun di bulan September 2019.

Oleh karena itu, Kabupaten Kebumen menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan selama 164 hari sejak tanggal 21 Mei s.d 31 Oktober 2019. Potensi kekeringan saat ini terjadi di 15 desa pada 9 Kecamatan yang berimbas pada kurangnya pasokan air bersih.

Posko Kekeringan dibentuk sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan bersama. Sehingga penanganan kekeringan dapat terkoordinasi, terintegrasi dan terkendali dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya optimis melalui posko ini kita dapat memetakan dan mensinkronkan penanganan kekeringan di kabupaten Kebumen”, ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan dalam membacakan sambutan Bupati Kebumen.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YOMA, Dr. Rajiman, SP.,MP menyampaikan bahwa posko kekeringan ini nantinya digunakan untuk antisipasi dan mitigasi dalam rangka menanggulangi gagal panen.

“Kita berharap bahwa dengan adanya posko ini, sumber data kekeringan dapat dikompulir untuk ditindaklanjuti bersama stakeholder terkait. Selain itu, tim yang tergabung dalam posko ini dapat mengidentifikasi sumber air alternatif yang tersedia dan mengupayakan penyelamatan lahan potensi kekeringan”, ungkap Dr. Rajiman, SP.,MP.

Selesai melakukan apel gabungan, rombongan kemudian melakukan peninjauan ke ruang Posko Kekeringan yang juga berlokasi di Kantor BPBD Kebumen. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen menyampaikan bahwa penanganan kekeringan dilakukan terintegrasi dengan sistem informasi yang dipunyai BPBD dengan alur laporan yang sudah disepakati.

“Laporan kekeringan akan disampaikan oleh Koordinator Penyuluh di tingkat kecamatan bersama dengan POPT yang kemudian disampaikan ke Dinas Pertanian dan Pangan untuk selanjutnya di proses di Posko Kekeringan. Sehingga pihak-pihak yang terkait dapat memantau kondisi kekeringan secara online,”, ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen yang juga didampingi oleh Kepala BPBD Kebumen.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here