Polbangtan YOMA Implementasikan RIP, Kembangkan Penelitian Terapan

0
18

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi kedinasan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yo-Ma) mengkhususkan diri untuk menjadi perguruan tinggi vokasi. Hal ini sesuai program pemerintah dalam pengembangan program pendidikan vokasi yang menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Wujud dari perguruan tinggi vokasi adalah tri dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih menekankan dalam penerapan aplikasi ilmu. Khusus untuk penelitian, Polbangtan Yo-Ma saat ini mengembangkan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Penelitian.

Untuk mengimplementasikan RIP Penelitian tersebut, 29 Mei 2019 lalu dilaksanakan Seminar Proposal Penelitian tahun 2019 khusus untuk penelitian di Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Seminar tersebut diikuti oleh dosen, asisten dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), dan tenaga teknis  sebanyak 35 orang.

Setidaknya terdapat empat judul penelitian yang dipresentasikan di seminar tersebut. Seluruh penelitian menggunakan pendekatan multidisipliner.

“Dalam melihat suatu topik penelitian menggunakan berbagai sudut pandang banyak ilmu misalnya keteknisan pertanian, sosial ekonomi sampai dengan pemberdayaan masyarakat atau penyuluhan pertanian,” papar   Direktur Polbangtan Yo-Ma, Dr. Rajiman, SP.,MP.

Menurut Rajiman, penelitian yang dilakukan oleh dosen Polbangtan Yo-Ma dimaksudkan untuk mendukung arah dan kebijakan strategi Kementerian Pertanian. Diantaranya mengembangkan komoditas strategis nasional yaitu padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/kerbau, cabai, bawang merah, kelapa sawit, karet, kopi dan kakao.

Sementara itu, Drs. Gunawan Yulianto MM MSi, dosen senior Polbangtan YOMA menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan penelitian terapan adalah penelitian yang bisa langsung sekaligus diaplikasikan ilmunya di masyarakat sehingga diharapkan dengan penelitian tersebut dapat menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, penelitian ini jangan sampai berhenti dalam bentuk laporan saja.

“Artinya selalu ada tindak lanjut atau keberlanjutan dari penelitian ini baik di tingkat Polbangtan YOMA maupun aplikasi di masyarakat,” jelasnya.

Mantan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian itu mengingatkan, dalam rangka menghasilkan alumni yang mampu menjadi job creator.

“Penelitian yang dikembangkan harus diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa Polbangtan Yo-Ma berwirausaha khususnya di bidang pertanian,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here