Penyuluh Pertanian, 127 Sarjana Terapan Polbangtan YoMa Ikuti Uji Kompetensi

0
40

Sebanyak 127 sarjana terapan bidang penyuluhan pertanian dari Polbangtan YoMa mengikuti uji kompetensi, untuk mendapatkan Sertifikat Standar Kompetensi Kerja Nasional [SKKNI]. Uji kompetensi berlangsung empat hari [25 – 28 Agustus 2019] dimulai Minggu [25/8] yang dibuka oleh Dr Siti Astuti mewakili Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman di kampus jurusan pertanian Yogyakarta, Jl Kusumanegaran 2.

Mereka adalah sarjana terapan Polbangtan YoMa, yang baru saja menyelesaikan studi Diploma 4 [D4] penyuluhan  pertanian, yang diwisuda oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di kantor pusat Kementerian Pertanian RI pada Selasa [20/8] dihadiri Kepala BPPSDMP Kementan, Prof [R] Dedi Nursyamsi dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP Kementan] Idha Widi Arsanti.

“Para peserta uji kompetensi hari ini adalah wisudawan 2019 yang harus selalu mengembangkan kemampuan. Uji kompetensi bukan berarti telah cukup belajar dengan berbagai bidang keilmuan. Asah terus, tunjukkan skill yang profesional pada level supervisor dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dr Siti Astuti.

Ketua Panitia Uji Kompetensi Polbangtan YoMa, Sukadi mengatakan kegiatan uji kompetensi dilaksanakan untuk menjamin mutu pelayanan, dan mendapatkan tenaga calon penyuluh pertanian yang berkompeten di bidangnya, ditunjang dengan adanya sertifikat SKKNI, sebagai prasyarat bahwa sarjana terapan [S.Tr penyuluh pertanian] dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang [Polbangtan YoMa] memenuhi kualifikasi SKKNI.

“Dengan ditetapkannya sertifikasi profesi bagi calon  penyuluh pertanian, maka profesionalitas penyuluh pertanian mendapat legalitas formal dan diakui masyarakat,” kata Sukadi melalui pernyataan tertulis, Senin [26/8].

Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno mengatakan bahwa 127 sarjana terapan bergelar S.Tr akan menjalani uji kompetensi hingga Rabu [28/8] untuk menunjukkan kompetensinya di hadapan tim asesor dari Polbangtan Bogor, Malang dan Gowa; Dinas Ketahanan Pangan Bogor, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Kelautan Bantul, DIY; BBPP Batu Jawa Timur, DPW Perhiptani Jawa Tengah; DPD Perhiptani Tanah Laut Kalsel; dan LSP Pertanian Puslatan.

Sebagaimana diketahui, profesi penyuluh pertanian termasuk dalam 449 profesi dari lima subsektor pertanian, yang tercakup dalam ´Peta Okupasi dalam Kerangka Klasifikasi Indonesia Sektor Pertanian´ sebagai bagian Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia [KBJI], yang disusun oleh Pusat Pelatihan Pertanian pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI [Puslatan BPPSDMP]. Area fungsi terbanyak adalah peternakan dan kesehatan hewan [PKH] sementara penyuluhan pertanian hanya ditetapkan tiga profesi: Advisor, Supervisor dan Fasilitator. [Asnuri]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here