Polbangtan Bekali Pemuda Tani Milenial

0
30

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, semakin gencar menumbuhkan pemuda pemudi tani milienial di sektor pertanian. Polbangtan bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, menyelenggarakan Pelatihan Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial dalam Rangka Regenerasi Petani. Pelatihan dilaksanakan di BPP Paliyan, 15-16 Oktober 2019.

Hal ini mengingat, saat ini permasalahan utama sektor pertanian adalah menurunnya generasi muda tani, untuk tetap di dunia pertanian. Polbangtan Yoma merangkul pemuda tani milenial untuk semakin mencintai sektor pertanian, melalui kegiatan pelatihan.

Pelatihan yang diikuti oleh 20 pemuda tani milenial Kecamatan Paliyan, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam teknologi pertanian, terutama pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul. Dalam sambutannya yang diwakili oleh Koordinator BPP Paliyan,  Budi Sihana, mengatakan, para petani muda ini, diharapkan mampu menjadi generasi yang cinta pertanian tanpa ada rasa keterpaksaan. Petani muda Paliyan, diharapkan dapat meningkatkan hasil produk pertanian di Paliyan. Melalui pelatihan ini, akan muncul pemuda milenal yang siap memajukan pertanian Paliyan.

Sementara itu, Dr Rr Siti Astuti SP MSc selaku wakil dari Polbangtan Yoma, menyampaikan bahwa pelatihan yang sama dilakukan serentak di 3 kecamatan di Gunung Kidul yakni Playen, Paliyan dan Tepus.

“Pelatihan bertujuan untuk menumbuhkan dan menguatkan semangat petani milenial Paliyan, agar semakin giat dalam memajukan pertanian lokal. Ke depan petani milenial yang telah mendapatkan pelatihan, harus mampu menjadi pionir bagi pemuda tani lain guna mendobrak kemajuan pertanian di Kab. Gunung Kidul,” kata Dr Siti.

Materi utama pelatihan adalah, upaya pengendalian organisme Pengganggu Tumbuhan. Para pemuda tani, dibekali dengan praktek pembuatan beberapa pestisida hayati untuk pengendaliah OPT tanaman padi.

Petani didampingi fasilitator, praktek pembuatan pestisida hayati berbahan aktif Bakteri Paenibacillus polymyxa. Bakteri ini sebagai pestisida pengendali penyebab penyakit Blas, pada tanaman padi yang saat ini sedang gencar dilakukan.

Selain itu, pemuda tani akan dibekali dengan materi dinamika kelompok tani, pemanfaatan pangan lokal, pengolahan hasil pertanian dan praktek pembuatan pakan ternak alternatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here