Didik Petani Milenial, Dosen Polbangtan YoMa Harus `Ready IT` di Era 4,0

0
51

Era digital memaksa tua dan muda, mau tidak mau dan suka tidak suka, harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi [TIK]. Tak terkecuali dosen, asisten dosen dan tenaga penunjang akademik Polbangtan YoMa yang sangat antusias mengikuti pelatihan TIK.

Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman mengingatkan bahwa era TIK memacu semua orang tanpa persiapan, Di era digital, informasi dan kemajuan TIK mengalir deras maka konsekuensinya para dosen, asisten dosen dan tenaga penunjang akademik harus ´melek teknologi´ karena akan mempengaruhi kualitas lulusan Polbangtan YoMa menjadi petani milenial.

“Kita harus tinggalkan era kolotnial menjadi milenial. Masyarakat saat ini harus bergerak cepat mengikuti perkembangan TIK tanpa melihat generasi mana. Anda jangan hanya memikirkan belajar dan mengajar, tapi kemajuan era digital harus diikuti,” kata Dr Rajiman didampingi Wakil Direktur I, Dr Ananti Yekti saat membuka kegiatan sosialisasi sistem informasi akademis [Siskad], blueprint dan blended learning di Yogyakarta, Jumat [15/11].

Dr Rajiman menambahkan bahwa sejauh ini TIK sudah diterapkan di kampus jurusan pertanian Yogyakarta maupun jurusan peternakan Magelang, namun harus tetap ditingkatkan kompetensi, inovasi dan kreatifitas.

“Kegiatan sosialisasi bertujuan meningkatkan soft skill dan hard skill pada 35 dosen, asisten dosen dan tenaga penunjang akademik Polbangtan YoMa untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa terkait sistem perkuliahan maupun pengisian nilai mahasiswa online,” kata Dr Ananti Yekti pada pelatihan yang diampu oleh Dadang Triwahyudi, ST, MM dari konsultan Java Agsha Media, yang berlangsung hingga hari ini, Sabtu [16/11].

Dr Ananti Yekti mengharapkan para dosen pengampu mata kuliah di Polbangtan YoMa tidak repot lagi melakukan pengisian nilai, dan tidak terjebak pada rutinitas, karena perkembangan TIK berlangsung sangat cepat, maka harus disikapi dengan cepat pula.

Metode Blended Learning
Polbangtan YoMa mengembangkan metode pelatihan blended learning yang memadukan pembelajaran online dan offline sebagai solusi inovatif memanfaatkan pesatnya perkembangan TIK, yang dipadu dengan kegiatan perkuliahan tatap muka, fokus pendalaman materi untuk mencapai tujuan pembelajaran lebih optimal ketimbang pola konvensional.

Metode blended learning yang dikembangkan oleh Polbangtan YoMa memfasilitasi siklus competency based yang dimulai dengan proses identifikasi kebutuhan pendidikan berupa kurikulum dan peserta didik yakni mahasiswa.

Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno menambahkan pelaksanaannya melibatkan seluruh komponen di Polbangtan YoMa mulai dari perencanaan oleh seksi program, penyelenggaraan [seksi pendidikan], evaluasi [seksi evaluasi pelaporan], yang difasilitasi oleh bagian umum serta dosen.

“Didukung oleh tim blended learning yang telah ditetapkan sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh komponen di Polbangtan YoMa,” kata Irwan JS [Asnuri]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here