Petani Milenial, Tenaga Pendidik Polbangtan YoMa Diakui Lembaga Internasional

0
14

Tenaga Pendidik Polbangtan YoMa, Dr Epsi Euriga diundang bergabung menjadi anggota lembaga kajian internasional, the Maize Youth Task Force[MYTF], organisasi sayap Young Professionals in Agricultural Development dan CGIAR-MAIZE [YPARD-MAIZE] sebagai upaya bersama dari Profesional Muda dalam Pengembangan Pertanian di Asia Pasifik, yang terlibat dalam berbagai usaha yang berkontribusi pada industri jagung.

Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman menyambut baik undangan dari Koordinator MYTF, Dinesh Panday kepada Tenaga Pendidik Dr Epsi Euriga sebagai wujud kepercayaan dan apresiasi internasional terhadap kiprah Polbangtan YoMa, perguruan tinggi politeknik pertanian di Yogyakarta – Magelang, mewakili Indonesia untuk menjadi Anggota [Member at MYTF] selama satu tahun, Desember 2019 hingga Desember 2020.

“Polbangtan YoMa sebagai UPT pendidikan BPPSDMP Kementan mendapat kehormatan besar atas perhatian YPARD dan CGIAR-MAIZE kepada salah satu tenaga pendidik kami, untuk mewakili Indonesia di workshop regional yang dihadiri akademisi, praktisi dan pakar internasional,” kata Dr Rajiman melalui pernyataan tertulis kepada B2B, Sabtu petang [24/11].

Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, untuk mendorong pengembangan petani milenial Indonesia melalui lembaga pendidikan maupun organisasi internasional, bahwa inovasi teknologi pertanian Indonesia mendorong lahirnya ´petani milenial´ dari perguruan tinggi vokasi pertanian seperti politeknik pembangunan pertanian [Polbangtan] sebagai unit pelaksana teknis dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP].

“Mentan dan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi tiada henti mendorong petani milenial memanfaatkan kemajuan inovasi teknologi pertanian untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian, untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk dan kesejahteraan petani,” kata Dr Rajiman.

Menurutnya, hal itu juga menunjukkan keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi jagung selama lima tahun terakhir, sehingga Indonesia menjadi salah satu eksportir jagung di kawasan Asia Tenggara.

“Pemilihan negara mengacu pada tingkat produksi berdasarkan negara-negara penghasil jagung utama,” kata Dr Rajiman.

Profesional Muda
Organisasi nirlaba YMTF mensyaratkan anggotanya berasal dari  China, India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Indonesia, Philippines, Vietnam, Thailand, and Myanmar. Usia di bawah 40 tahun. Pendidikan strata tiga [S3]. Fokus YMTF adalah penelitian, penyuluhan dan pertanian, yang memiliki tingkat pengetahuan dan keahlian tertentu dalam hal jagung baik dari sisi penelitian atau eksistensi pertanian.

“Calon anggota YMTF adalah sarjana S3 bidang pertanian dan mata pelajaran terkait. Setelah bergabung selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 2022. Anggota tim diharapkan partisipatif sekitar dua jam per minggu, dan menghadiri setidaknya satu pertemuan online atau teleconferencesetiap bulan,” kata Kabag Umum, Irwan Johan Sumarno terkait surat undangan YPARD dan CGIAR-MAIZE yang ditujukan pada Dr Epsi Euriga, dengan deadline adalah Selasa [26/11].

Menurutnya, Dr Epsi Euriga pada penghujung Juni 2019 [26 – 27 Juni] diundang Organisasi Pangan Dunia [FAO] dan Universitas Chulalongkorn serta Universitas Maejo untuk mewakili Indonesia atas nama BPPSDMP Kementan pada ´Workshop Agroekologi di Chiang Mai, Thailand.

Dr Epsi Euriga memaparkan perkembangan pembelajaran agroekologi, kurikulum, kebijakan penelitian dan penyuluhan, prioritas dan kegiatan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia khususnya pada civitas academica Polbangtan Yoma.

Dr Epsi Euriga mewakili ahli penyuluhan pertanian juga menguraikan program utama BPPSDMP Kementan khususnya pemberdayaan dan regenerasi petani melaui revitalisasi pendidikan vokasi pertanian seperti teaching factory dan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here