Wadah RTM, Tinjauan Manajemen Tingkatkan Kualitas Polbangtan YoMa

0
11

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukan pembahasan bersama terkait implementasi sistem manajemen mutu, pencapaian sasaran dan indikator kinerja. Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Tinjauan Manajemen [RTM] yang merupakan kegiatan wajib dilakukan oleh Polbangtan YoMa yang sudah menerapkan sistem penjaminan mutu internal [SPMI].

“Pembahasan masalah mutu dan kinerja dapat dilakukan dalam unit kerja, antarunit kerja untuk masalah-masalah yang bersifat teknis dan operasional yang dilakukan baik terjadwal maupun insidentil sesuai dengan kebutuhan,” kata Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman saat membuka kegiatan RTM pada Senin [25/11] dan dijadwalkan berlangsung hingga hari ini, yang dihadiri Wakil Direktur I Dr Ananti Yekti.

Menurutnya, permasalahan mutu, kinerja dan permasalahan yang terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu secara periodik juga perlu dibahas bersama, yang melibatkan seluruh jajaran di Polbangtan YoMa melalui wadah RTM.

Hal itu, menurut Dr Rajiman, merupakan implementasi dari arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] agar seluruh jajaran Kementan meningkatkan kinerja organisasi mendukung pencapaian ketahanan pangan, khususnya penyediaan kebutuhan pangan 267 juta penduduk. 

“Output dari RTM adalah merumuskan prioritas perbaikan yang harus dilakukan oleh semua unit pendukung pendidikan,” katanya lagi merujuk pada arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi.

“Harap difahami bahwa kegiatan RTM merupakan proses evaluasi terhadap kesesuaian dan efektifitas penerapan sistem manajemen mutu, yang dilakukan secara berkala dan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan operasional Polbangtan YoMa,” kata Dr Rajiman didampingi Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan YoMa.

Dalam lingkup Kementerian Pertanian RI, khususnya BPPSDMP Kementan maka RTM merupakan pertemuan yuang dilakukan oleh manajemen sebagai tindak lanjut dari audit mutu internal [AMI] yang dilakukan secara periodik untuk meninjau implementasi sistem penjaminan mutu dan kinerja penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan dalam kurun waktu tertentu.

Sementara diketahui dari hasil AMI yang dilansir Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] melalui aplikasi Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan [Sijamu] bahwa Polbangtan YoMa di peringkat kedua dari enam Polbangtan di seluruh Indonesia, dengan skor 912.

Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno mengatakan hasil AMI yang dilaporkan kepada Direktur Dr Rajiman meliputi 11 standar yang semuanya tertuang pada Sijamu.

“11 Standar tersebut meliputi visi misi, kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi lulusan prodi, SDM, sarana prasarana dan sistem informasi, tata kelola manajemen, pembiayaan, penilaaian pendidikan prodi, mahasiswa dan lulusan, publikasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here