Songsong KostraTani, Polbangtan YoMa Latih Drone Penyuluh Yogyakarta

0
150

Sejumlah penyuluh pertanian dari empat balai penyuluh pertanian [BPP] di Provinsi DI Yogyakarta mengikuti ´pelatihan teori dan praktik penggunaan drone di lahan pertanian´ yang digelar oleh Polbangtan YoMa di BPP Imogiri, Kabupaten Bantul pada Selasa [3/12] untuk mengenal jenis drone dan regulasinya, dilanjutkan pada Kamis [5/12] terkait penggunaan drone di lahan pertanian.

“Tujuan pelatihan agar penyuluh mengenal drone, regulasi dan praktik penggunaan drone menyongsong pengembangan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian disingkat KostraTani yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo [SYL] guna mendukung revitalisasi BPP di seluruh Indonesia,” kata Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman seperti dikutip oleh Kabag Umum, Irwan Johan Sumarno.

Sebagaimana diketahui, BPP menjadi sentral kendali dari KostraTani di tingkat kecamatan khususnya pada ´pendataan dan penguatan data potensi pertanian di kecamatan, meliputi luas baku lahan, luas tanam, produksi, luas panen, produktivitas, produksi, pengolahan hasil dan pemasaran, alat mesin pertanian [Alsintan] pra panen dan pasca panen produk per komoditas´ didukung sarana prasarana teknologi informasi [IT] meliputi kesiapan SDM yakni penyuluh menggunakan drone, computer processor unit [CPU], laptop dan monitor LCD yang didukung jaringan internet operator seluler maupun wireless fidelity [WiFi] untuk videoconference ke Kostrada di tingkat kabupaten hingga Kostrawil [provinsi] dan Kostranas di Kementerian Pertanian RI.

Menurut Irwan JS, Polbangtan YoMa mengerahkan tiga dosen sebagai narasumber, Asnuri dan Budi Wijayanto dan Epsi Euriga yang telah mengikuti pelatihan akuisisi data menggunakan unmanned aerial vehicle [UAV] oleh Southeast Asian Minister of Education Organization – Regional Centre for Tropical Biology [SEAMEO BIOTROP].

Irwan JS menambahkan sesuai arahan Direktur Dr Rajiman, meskipun Provinsi DI Yogyakarta tidak termasuk dalam 13 provinsi sebagai pilot project KostraTani pada 2019, namun Polbangtan YoMa wajib mengantisipasi kesiapan BPP dan kompetensi penyuluh menggunakan drone dan teknologi IT mendukung program dan kebijakan Mentan SYL.

Dia menambahkan, untuk pelatihan di BPP Imogiri diikuti oleh 12 penyuluh dari empat BPP yakni tiga penyuluh dari BPP Bantul; tiga penyuluh BPP Banguntapan; dua penyuluh BPP Sewon; dan empat penyuluh BPP Imogiri.

“Pelatihan berikutnya akan melibatkan lebih banyak penyuluh dari BPP yang menjadi penugasan Polbangtan YoMa untuk melaksanakan tugas pendampingan dan pengawalan BPP mendukung KostraTani,” kata Irwan JS mengutip arahan Dr Rajiman.

Menurutnya, Polbangtan YoMa sebagai unit pelaksana teknis atau UPT dari BPPSDMP Kementan berkomitmen penuh pada visi dan misi Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Polbangtan YoMa mendukung penuh hal itu, khususnya peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM menjadi petani milenial di era 4.0.

Mentan SYL menetapkan lima ´program jangka pendek´ meliputi akurasi data lahan dan produksi pertanian dan pengembangan Agriculture War Room [AWR]; membangun KostraTani hingga tingkat kecamatan untuk revitalisasi badan penyuluhan pertanian [BPP]; menjamin ketersediaan pangan strategis tiga bulan ke depan; sinergitas penguatan manajemen pembangunan pertanian lintas kementerian, melibatkan perguruan tinggi dan didukung pemerintah daerah; pembiayaan pertanian melalui perbaikan konsep asuransi dan inisiasi bank pertanian.

“Polbangtan YoMa harus mendukung program Mentan SYL khususnya KostraTani untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung ekspor komoditas pertanian melalui peningkatan produktivitas, kualitas dan kontinuitas,” kata Dr Rajiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here