Program Polbangtan YoMa `Komitmen Dukung` KostraTani

0
122

Polbangtan YoMa, selaku perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Pertanian RI untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta komitmen mendukung kesuksesan Program Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani] yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL].

“Polbangtan YoMa sebagai unit pelaksana teknis atau UPT dari BPPSDMP Kementan berkomitmen penuh pada visi dan misi Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Polbangtan YoMa mendukung penuh hal itu, khususnya peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM menjadi petani milenial di era 4.0,” kata Dr Rajiman dalam paparannya pada rapat koordinasi teknis [Rakornis] Pendidikan Vokasi Pertanian 2020 di Bogor pada Senin [20/1] yang dibuka oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi pada Senin [20/1].

Sesuai arahan Kabadan SDM, Mentan SYL telah menetapkan lima ´program jangka pendek´ meliputi akurasi data lahan dan produksi pertanian dan pengembangan Agriculture War Room [AWR]; membangun KostraTani hingga tingkat kecamatan untuk revitalisasi badan penyuluhan pertanian [BPP]; menjamin ketersediaan pangan strategis tiga bulan ke depan; sinergitas penguatan manajemen pembangunan pertanian lintas kementerian, melibatkan perguruan tinggi dan didukung pemerintah daerah; pembiayaan pertanian melalui perbaikan konsep asuransi dan inisiasi bank pertanian.

“Polbangtan YoMa harus mendukung program Mentan SYL khususnya KostraTani untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung ekspor komoditas pertanian melalui peningkatan produktivitas, kualitas dan kontinuitas,” kata Dr Rajiman.

Polbangtan YoMa berkomitmen pada penugasan Mentan SYL untuk KostraTani khususnya menyiapkan 16 tenaga fungsional, teknologi informasi [IT], koordinasi dengan bintara pembina desa [Babinsa] di Komando Rayon Militer [Koramil] satuan TNI AD di tingkat kecamatan, dan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat [Bhabinkamtibmas] dari Polri di satuan polisi sektor [Polsek] di tiap kecamatan.

Dia mengatakan tentang pentingnya memastikan BPP memiliki jaringan internet, monitor LCD, laptop, computer processor unit [CPU], sementara penggunaan drone disesuaikan kebutuhan pemakaian.

Sebelumnya diberitakan, Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi soko guru peningkatan kualitas SDM pertanian Indonesia melalui tiga langkah nyata yakni kerja keras, fokus dan update kemampuan, untuk mendukung pencapaian target Program Aksi dari Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] dengan revitalisasi peran balai penyuluhan pertanian [BPP] di kecamatan melalui KostraTani, penyerapan 50 juta tenaga kerja dan penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial serta swasembada pangan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian.

“Pertanian merupakan sektor strategis meningkatkan pembangunan ekonomi nasional. Kontribusi dalam hal penyediaan pangan bagi 237 juta penduduk Indonesia, penyediaan bahan baku industri, peningkatan produk domestik bruto atau PDB dan penyediaan lapangan kerja merupaka aksi nyata sektor pertanian terhadap pembangunan nasional,” kata Dedi Nursyamsi saat membuka Rakornis di Bogor tersebut.

Menurutnya, BPPSDMP Kementan khususnya Pusdiktan harus mendukung target Mentan SYL melalui pendidikan vokasi pertanian, untuk mampu mencetak sumberdaya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing. Mengingat Pusdiktan saat ini didukung tiga Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian [SMKPP], enam Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan], dan satu Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia [PEPI] di seluruh Indonesia.

“Kita sudah harus meninggalkan budaya kerja yang lambat. Tantangan dunia pertanian ke depan harus kita sikapi dengan tepat dan cepat. Kita harus fokus untuk melahirkan SDM pertanian mulai dari dosen, widyaiswara, mahasiswa dan alumni yang mampu mengikuti perkembangan teknologi,” kata Dedi Nursyamsi. [IJS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here