Dukung GratiEks, Polbangtan YoMa Fasilitasi Pelatihan Olahan Jahe Merah

0
51

Peluang bisnis pertanian on farm dan off farm dari budidaya jahe merah mendorong kian banyak warga di Kota Yogyakarta memanfaatkan lahan dan halaman rumahnya, untuk menanam jahe merah yang dijual sebagai minuman herbal. Permintaan industri lokal dan mancanegara juga meningkat, sehingga membuka peluang ekspor yang selaras dengan program Gerakan Tiga Kali Ekspor [GratiEks] dari Kementerian Pertanian RI yang dicanangkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Hal itu mengemuka dari pertemuan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dengan Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno mewakili Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman di kampus jurusan pertanian di Yogyakarta, Selasa [18/2]. Audiensi tersebut terkait dukungan Polbangtan YoMa memfasilitasi Pelatihan Pengolahan Jahe Merah sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penyelenggaraan program pemberdayaan masyarakat.

“Penumbuhan minat masyarakat di bidang pertanian harus bisa menjadi sebuah kesenangan atau hobi yang menguntungkan, sehingga kegiatan berkebun dapat dilaksanakan secara produktif seperti memanfaatkan lahan sempit perkotaan untuk urban farming,” kata Heroe Poerwadi saat membuka Pelatihan Olahan Jahe Merah.

Dia mengharapkan kegiatan pelatihan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya jahe merah warga Kota Yogyakarta, khususnya meningkatkan kualitas rasa, bentuk dan sajian sekaligus mendukung peningkatan petani milenial di ibukota DI Yogyakarta yang selaras dengan kebijakan dan program Kementan mengembangkan pertanian maju, mandiri dan modern dari hulu ke hilir.

Dr Rajiman seperti dikutip Irwan JS mengatakan budi daya jahe merah cukup menguntungkan mengingat kebutuhan pasar tergolong tinggi akhir-akhir ini di pasar lokal maupun mancanegara untuk kegiatan ekspor. Hal itu sejalan dengan program dan kebijakan Mentan SYL mendorong GratiEks sebagai upaya mendulang devisa dari ekspor tanaman herbal khususnya jahe merah, sekaligus mendorong berimbangnya neraca perdagangan Indonesia di mancaegara dari ekspor komoditas pertanian.

“Budidaya jahe merah sebagaimana diketahui tidak perlu lahan luas, minimal 15 m2 di pekarangan rumah atau lahan kosong. Berawal dari hobi dan kini berpeluang menjadi budidaya pertanian yang menguntungkan,” kata Irwan JS mengutip arahan Dr Rajiman.

Dia mengingatkan kepada peserta pelatihan untuk tekun dan sabar lantaran budidaya jahe merah tergolong ´gampang-gampang susah´ namun keuntungan yang diperoleh sangat prospektif karena permintaan pasar cukup tinggi, karena jahe merah tidak sekadar menjadi pendukung industri obat-obatan tapi juga bahan baku utama.

“Polbangtan YoMa selaku unit pelaksana teknis atau UPT dari BPPPSDMP Kementan kerap diingatkan oleh Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi, untuk mendukung pengembangan petani milenial. Kami tersanjung sekaligus bangga mendapat kepercayaan dari Pemkot Yogyakarta mendukung pengembangan petani milenial melalui kegiatan pelatihan ini sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Dr Rajiman seperti dikutip Irwan JS.

Menurutnya, Polbangtan YoMa membuka peluang seluasnya bagi instansi, lembaga dan kelompok masyarakat yang berminat meningkatkan wawasan dan pengetahuan di sektor pertanian, karena pertanian adalah peluang bisnis masa depan seperti selalu diingatkan oleh Mentan SYL, untuk menciptakan jutaan lapangan kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.