KostraTani Sleman, Polbangtan YoMa Apresiasi Kawasan Pangan Lestari Terbaik

0
165

Lahan pekarangan di kawasan pedesaan maupun perkotaan didorong oleh Kementerian Pertanian RI menjadi ´kawasan rumah pangan lestari atau KRPL´ untuk budidaya sumber karbohidrat, protein dan vitamin di seluruh Indonesia. Polbangtan YoMa berperan aktif mendukung KRPL di wilayah binaannya, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta dengan memberi penghargaan pengelola KRPL terbaik di Kecamatan Ngemplak.

“Kementan mendorong setiap rumah tangga mengakses pangan secara mudah dan murah dari pemanfaatan sumberdaya atau aset yang mereka miliki dari lahan pekarangan rumah, sehingga pangan dapat tersedia setiap saat untuk kebutuhan keluarga,” kata Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman usai memberikan penghargaan pada KRPL Terbaik pada Forum Komunikasi Pertanian UPTD BP4 Wilayah VI di Kabupaten Sleman, Selasa [11/2].

Menurutnya, KRPL merupakan bagian dari pengembangan petani milenial, yang bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Penyuluh pertanian berperan penting mendorong pengembangan KRPL sebagai ´miniatur pertanian´ Indonesia menyokong ketahanan pangan.

Polbangtan YoMa, kata Dr Rajiman, akan berupaya mendorong replikasi keberhasilan KRPL melalui Agriculture War Room dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian [AWR KostraTani] yang digagas Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] lantaran terbukti mendukung penurunan rumah tangga miskin [RTM]. KRPL merupakan amanat dari UU Pangan No 18/2012 yang mengamanatkan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan tingkat rumah tangga.

Dia merujuk pada data Badan Pusat Statistik [BPS] bahwa KRPL berkontribusi positif mendukung penurunan RTM seperti diuraikan data BPS tentang RTM per Maret 2018 sebanyak 15,81 juta jiwa, turun 10,88% selama lima tahun terakhir, dari Maret 2013. 

“Tujuan KRPL untuk memenuhi  kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan rumah tangga. Melalui kegiatan ini masyarakat melalui kelompok wanita tani diajak memanfaatkan pekarangannya dengan budidaya sumber karbohidrat, protein dan vitamin,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak 2010, Kementan berhasil mengembangkan KRPL di 18 ribu desa pada 500 kabupaten di 34 provinsi, pada 2018 dikembangkan lagi 2.300 KRPL, 1.000 di antaranya adalah ´desa stunting´ sementara untuk 2019 dilaksanakan di 1.600 desa stunting pada 160 kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Polbangtan YoMa berkomitmen turut mendukung penyediaan pangan cukup dan beragam bagi masyarakat, dengan meningkatkan kemandirian pangan, sebagai upaya meningkatkan ketahanan gizi nasional melalui kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis [Bimtek] kepada petani, penyuluh pertanian, masyarakat maupun pelajar dan mahasiswa di wilayah binaan Polbangtan YoMa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.