Polbangtan YoMa Koordinasi 21 BPP di 5 Kabupaten pada Rakor KostraTani Jateng

0
55

Fasilitas canggih Agriculture War Room [AWR] telah diluncurkan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Selasa pekan lalu [4/2]. Menyikapi hal itu, Polbangtan YoMa ´merapatkan barisan´ 21 balai penyuluhan pertanian [BPP] selaku KostraTani di lima kabupaten; Blora, Cilacap, Kebumen, Magelang dan Sragen di bawah koordinasi dan kendali Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman selaku Penanggung Jawab [PJ KostraTani] untuk mendukung kinerja AWR di Kementerian Pertanian RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Dr Rajiman meningkatkan komunikasi dan sinkronisasi 21 KostraTani sejak sepekan lalu, yang dimatangkan pada Selasa [11/2] di Yogyakarta melalui Rakor KostraTani tingkat Jawa Tengah yang dihadiri para koordinator BPP, penyuluh pertanian dan pejabat terkait dari dinas pertanian di lima kabupaten.

“Tujuan utama Rakor KostraTani hari ini adalah konsolidasi dan sinkronisasi sarana dan prasarana teknologi informasi dan komputasi atau TIK dari Agriculture Operation Room dikenal sebagai AOR pada 21 BPP untuk melakukan teleconference dengan AWR KostraTani di Jakarta. Begitu pula dengan kesiapan AOR di lima kantor dinas pertanian pemerintah kabupaten yang berfungsi sebagai AOR Kostrada,” katanya pada Rakor KostraTani didampingi Wakil Direktur I Polbangtan YoMa, Dr Ananti Yekti.

Sebelumnya, sejumlah penyuluh pertanian dari BPP target KostraTani lima kabupaten tersebut mengikuti ´pelatihan teori dan praktik penggunaan drone di lahan pertanian´ untuk mengenal manual dan pengoperasian drone.

Dr Rajiman mengingatkan tentang meliputi kesiapan SDM yakni penyuluh menggunakan drone, computer processor unit [CPU], laptop dan monitor LCD yang didukung jaringan internet operator seluler maupun wireless fidelity [WiFi] untuk videoconference ke Kostrada di tingkat kabupaten hingga Kostrawil [provinsi] dan Kostranas di Kementan.

“Diharapkan semua sektor pada dinas pertanian di tingkat kabupaten dan kota yang menjadi pilot project KostraTani 2019 untuk mendukung penuh KostraTani,” katanya seraya mengingatkan tentang kapasitasnya sebagai PJ melakukan pendampingan dan pengawalan untuk memastikan kesiapan BPP mendukung KostraTani.

BPP menjadi sentral kendali dari KostraTani di tingkat kecamatan khususnya pada ´pendataan dan penguatan data potensi pertanian di kecamatan, meliputi luas baku lahan, luas tanam, produksi, luas panen, produktivitas, produksi, pengolahan hasil dan pemasaran, alat mesin pertanian [Alsintan] pra panen dan pasca panen produk per komoditas´.

Menurutnya, Mentan SYL menggagas KostraTani dengan sasaran jangka pendek dan jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan strategis tercukupi bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.

Ke-21 BPP yang menjadi tanggung jawab Polbangtan YoMa adalah Kabupaten Blora [Ngawen, Kota Blora, Jati, Tunjungan]; Kabupaten Cilacap [Majenang, Wanareja, Kawunganten, Gandrungmangu, Kedungreja; Kabupaten Kebumen [Ambal, Puring, Adimulyo, Bulupesantren]; Kabupaten Magelang [Grabag, Kajoran, Bandongan, Secang]; Kabupaten Sragen [Sukodono, Tanon, Masaran, Kedawung].

Dia menambahkan, PJ juga memantau peningkatan kapasitas SDM di BPP KostraTani dari hasil bimbingan teknis [Bimtek] dalam penguasaan TIK. Informasi data pangan dan statistik pertanian yang cepat, akurat dan dipertanggungjawabkan untuk mendukung terwujudnya single data pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.