Transformasi Politeknik, STPN Yogyakarta Studi Banding di Polbangtan YoMa

0
165

Keberhasilan transformasi sekolah tinggi penyuluhan pertanian [STPP] menajdi politeknik pembangunan pertanian [Polbangtan] selaku unit pelaksana teknis [UPT] dari Kementerian Pertanian RI, mendapat perhatian dari UPT pendidikan Kementerian ATR – Badan Pertanahan Nasional [BPN], dengan mengutus pimpinan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta [STPN] untuk studi banding ke Polbangtan YoMa di Yogyakarta, Senin [9/3].
 
Audiensi Ketua Bidang Akademik STPN Yogyakarta, Rakhmat Riyadi diterima oleh Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman di kampus jurusan pertanian Yogyakarta. Hadir mendampingi Ketua Jurusan Pertanian Dr Sujono; dan Ketua Unit Penjaminan Mutu, RR Siti Astuti.

“Kehadiran tim STPN Yogyakarta bersama tiga pemangku jabatan lainnya dalam rangka studi pendahuluan peningkatan dan pengembangan STPN Yogyakarta dalam melaksanakan perubahan dari STPN menjadi politeknik pertanahan,” kata Dr Rajiman, Selasa [10/3].

Dr Rajiman pun memaparkan proses transformasi STPP Magelang menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang [Polbangtan YoMa] terkait regulasi, perubahan program studi [Prodi], dokumen, organisasi, sarana dan prasarana hingga kebutuhan tenaga pendidik perguruan tinggi yang membutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum Polbangtan diluncurkan pada 18 September 2018.

Sebagaimana diketahui, Polbangtan YoMa merupakan salah satu dari enam Polbangtan di seluruh Indonesia yang tersebar di Medan [Sumut], Bogor [Jabar], Malang [Jatim], Gowa [Sulsel], Manokwari [Papua] sebagai UPT dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian [BPPSDMP Kementan] di bawah kendali dan pembinaan Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP].

KostraTani & Data Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Dr Rajiman mengemukakan tentang program dan kebijakan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] terhadap single data pertanian, dalam pengembangan Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani] mendukung revitalisasi tugas, peran dan fungsi balai penyuluhan pertanian [BPP] di kecamatan selaku locust pembangunan pertanian.

Dia mengakui peran STPN Yogyakarta sangat vital mendukung tersedianya data akurat pertanian, khususnya luas lahan baku sawah nasional mendukung pembangunan pertanian karena hal itu terkait dukungan alat mesin pertanian [Alsintan], sarana produksi [Saprodi], pengolahan hasil hingga penjualan dan pemasaran hasil produksi pertanian.

“Hal itu selaras target Mentan SYL mengembangkan pertanian maju, mandiri dan modern mewujudkan petani milenial yang menguasai produksi dari hulu hingga hilir,” kata Dr Rajiman.

Menurutnya, sinergi Polbangtan YoMa dan STPN Yogyakarta ke depan setelah menjadi politeknik akan berperan penting mendukung target Pemerintah RI di bawah pemerintahan Joko Widodo – Ma´ruf Amin mencapai kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan kelembagaan ekonomi petani [KEP] menjadi korporasi petani yang maju, mandiri dan modern. [Nuri]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.