Olah Tanah Kiat Polbangtan YoMa Siasati Social Distancing di Kampus

0
59

 Seruan menjaga jarak [social distancing] dengan orang lain, namun tetap produktif di tengah ancaman pandemi Covid-19, disiasati politeknik pertanian Polbangtan YoMa, untuk olah tanah pada lahan seluas dua hektar dari Kebun Praktik Celeban di kampus jurusan pertanian Yogyakarta.

Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman menginstruksikan tenaga pendidik dan mekanik mengoptimalkan fungsi alat mesin pertanian [Alsintan] milik inventaris kampus, untuk olah tanah sebelum olah tanam di lahan teaching factory [TeFa] sebagai salah satu kiat ‘tetap produktif’ mengantisipasi penyebaran virus Corona, seperti diserukan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

“Mentan SYL berulang kali mengingatkan jajarannya termasuk Polbangtan YoMa selaku UPT BPPSDMP Kementan tetap produktif seraya mematuhi aturan pemerintah untuk kerja dari rumah dan menjaga jarak fisik maupun jarak sosial. Sikapi bijaksana, tetap bekerja dan jangan panik,” kata Dr Rajiman pada Senin [30/3] saat telekonferensi dengan jajarannya yang kerja dari rumah atau working from home [WFH].

Menurutnya, kegiatan olah tanah kala Corona mengintai Yogyakarta bertujuan membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan akar tanaman masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tanaman menyerap unsur hara.

“Kegiatan pengolahan tanah akan sangat mempengaruhi proses budidaya selanjutnya. Pengolahan tanah tetap sangat penting artinya, sehingga wajar bila inovasi dalam kegiatan ini terus dilakukan agar didapatkan hasil yang lebih baik,” kata Dr Rajiman via layar Agriculture Operation Room [AOR KostraTani] didampingi Wakil Direktur I Dr Ananti Yekti.

Dia mengingatkan arahan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi bahwa olah tanah merupakan salah satu kompetensi yang harus dilakukan dalam pembelajaran kegiatan usaha budidaya pertanian. Hal itu dilaksanakan Polbangtan YoMa dengan konsisten pada tiga Kebun TeFa: Celeban, Sempu dan Karangsari di Provinsi DI Yogyakarta.

Kebun TeFa
Penerapan TeFa pada politeknik pembangunan pertanian [Polbangtan] sebagai unit pelaksana teknis [UPT] dari Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] salah satunya Polbangtan YoMa merupakan akselerasi mahasiswa menjadi wirausahawan muda agribisnis. Strateginya, mengintegrasikan proses pembelajaran dengan kegiatan produksi melalui kebun praktik berbasis industri untuk menghasilkan lulusan job creator [membuka peluang kerja] dan bukan sekadar job seeker [pencari kerja].

“Targetnya, adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya, untuk menghasilkan produk atau jasa sesuai kebutuhan konsumen. Bukan lagi sekadar lulus sebagai penyuluh pertanian atau peternakan,” kata Dr Rajiman dalam berbagai kesempatan saat bertatap muka dengan mahasiswanya.

Menurutnya, prinsip dasar TeFa mengintegrasikan pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum sekolah, yang merupakan perpaduan dari pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran kompetensi.

“Semua peralatan dan bahan serta pelaku pendidikan disusun dan dirancang untuk melakukan proses produksi dengan tujuan menghasilkan produk atau jasa yang bersaing di pasar,” kata Dr Rajiman.

Dalam pembelajaran berbasis produksi, mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi, sehingga kompetensinya dibangun berdasarkan kebutuhan produksi. Kapasitas produksi dan jenis produk menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.