Petani Jumo Terus Panen ,PertanianTidak Berhenti di Temanggung

0
154

Petani dan penyuluh tetap bekerja di lapangan. Pertanian tidak boleh berhenti. Tunjukkan pada publik dan dunia bahwa pertanian tetap eksis. Petani tetap produksi pangan meski terhadang Corona. Buktikan pangan aman. Ekspor tetap jalan. Pemerintah terus mendampingi dan mengawal petani memastikan mata pencahariannya aman. Sejahterakan keluarganya.

“Sekali lagi pejuang untuk melawan Covid-19 bukan hanya dokter atau perawat. Petani juga pejuang melawan Corona. Petani yang menanam dan memanen hasil pertaniannya. Bukan orang lain. Ayo penyuluh dampingi terus petani. Tingkatkan sinergi demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman saat kepada petani dan  penyuluh saat menyambangi lahan siap panen di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Selasa pagi [7/4].

Dr Rajiman didampingi Kabag Umum Polbangtan YoMa, Irwan Johan Sumarno memantau langsung lahan pertanian siap panen di Kecamatan Jumo, tepatnya di Desa Giyono yang ditanami varietas Inpari 32, Merah dan Super Makmur.

Penyuluh dari KostraTani Jumo [BPP Jumo] Sambodo Adnan Widodo kepada Dr Rajiman selaku PJ KostraTani di Temanggung melaporkan bahwa Poktan/Gapoktan Manunggal telah melakukan panen pada Rabu pekan lalu [1/4] seluas 38 hektar dan kegiatan panen akan terus berlanjut hingga awal Mei mendatang di Kecamatan Jumo pada khususnya dan Kabupaten Temanggung pada umumnya.

“Hasil panen Rabu lalu, produktivitasnya 61 kuintal gabah kering panen atau GKP per hektar, sementara harga GKP saat panen Rp3.900 per kg. Inshaa Allah terus meningkat provitas hasil panen di Kecamatan Jumo,” kata Sambodo AW kepada Dr Rajiman.

Dr Rajiman menyampaikan pesan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa petani dan penyuluh harus menjaga kesehatannya. “Sehat. Mentan selalu menekankan bahwa kita semua harus sehat.”

Begitu pula pesan Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi, seluruh insan pertanian harus bergerak tentu dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan WHO. Kenakan masker. Jaga jarak. Hindari kerumunan. Rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Cukup istirahat dan jangan lupa laksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing untuk memanjatkan doa kepada Tuhan YME agar selalu diberi kesehatan dan rejeki berlimpah.

“Tidak mungkin kita semua bisa bergerak jika kita sendiri tidak sehat . Sekali lagi, kesehatan adalah kunci utama. Tidak mungkin kita berjuang di tengah pandemi Covid-19 jika tidak sehat. Walaupun sistem terganggu, kita tunjukkan bahwa pertanian tetap berjalan,” kata Dr Rajiman mengutip arahan Prof Dedi Nursyamsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.