Tarik Minat Milenial Jadi Petani Lewat Kegiatan Wirausaha Muda Pertanian

0
267

Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini. Menteri Pertanian RI, Syahril Yasin Limpo, mengharapkan generasi milenial berani menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian.

Mendukung hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan wadah untuk para petani milenial lewat kegiatan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).“Tujuannya untuk menarik minat pemuda, mahasiswa dan sarjana mendukung pembangunan sektor pertanian,” ujar Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, Minggu (12/4/2020).Sementara untuk mendukung program tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) turut melaksakan kegiatan PWMP di Kalimantan Tengah. Salah satu binaan PWMP Polbangtan YoMa, Rizki Kurnianto, yang belajar dan sekarang mengembangkan usahanya menjadi usaha kedai kopi yang diberi nama BrewBagi.“Polbangtan YoMa berperan dalam kegiatan PWMP ini dan menjadikan pengusaha milenial dengan pendekatan sederhana. Jangan ikuti produk yang lagi booming, tapi ikuti strategi bisnisnya,” ujar Rizky.Andalan utama kedai kopi BrewBagi di Kota Sampit adalah roasting coffee atau memasak kopi. Roasting, proses mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya memberikan aroma pada kopi tersebut, karena roasting kopi merupakan suatu seni.

Direktur Polbangtan YoMa, Rajiman mengatakan, Program PWMP dirancang untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai center of agripreneur development berbasis inovasi agribisnis dengan bantuan modal usaha. Berlangsung tiga tahap selama tiga tahun yang dibagi menjadi tahap penyadaran di tahun pertama, tahun kedua untuk pengembangan dan tahun ketiga untuk tahap kemandirian.Adapun Alumni PWMP Polbangtan YoMa lainnya adalah pengusaha minuman LimaO Syrup di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, yang mengusung konsep membeli harga jeruk limau di tingkat petani berlipat ganda lebih tinggi dari tengkulak, karena laba dari penjualan produk olahan minuman jeruk limau. Begitu pula Agro Jamur Borneo, sukses mengembangkan budidaya jamur tiram di Kabupaten Kubu Raya, juga di Provinsi Kalimantan Barat.Sebagaimana diketahui, PWMP merupakan program yang dikembangkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) melalui Polbangtan selaku unit pelaksana teknis dari Pusat Pendidikan Pertanian (UPT Pusdiktan).”Guna menumbuhkan minat berwirausaha, khususnya di kalangan pemuda perlu dilakukan pembinaan mental wirausaha, membuka kesempatan wirausaha seluas-luasnya, dan mempermudah akses mereka terhadap permodalan,” kata Dedi Nursyamsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.