Rahmat Nurhadi, jebolan Polbangtan Yogyakarta Magelang yang menekuni agro input

0
70

Salah satu alumni Polbangtan Yogyakarta Magelang Kampus Yogyakarta, Rahmat Nurhadi menekuni aneka produk di bidang pertanian terutama di bidang agro input.

Kegiatan yang dilakukan saat ini adalah menekuni pembibitan tanaman durian, alpokat, buah tin. Selain itu juga menekuni hidroponik masih dalam tahap awal. 

Rahmat memulai usahanya setelah lulus kuliah tahun 2019 yang lalu tepatnya di bulan September. Usaha ini dilakukkan secara mandiri tapi saling mendukung dan membangun jaringan bersama teman-teman alumni.  

Usahanya ditekuni di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kebumen Jawa Tengah. Saat ini usaha yang ditekuni berkembang selain pembibitan berupa distribusi planter bag, pupuk, perlengkapan hidroponik dan mendampingi  usaha hidroponik.

Khusus untuk bibit asal bibit yang di pasarkan dari petani langsung yang sudah terpercaya kualitas dan kuantitasnya dari berbgai wilayah.

Pemasarannya sudah dilakukan melalui media soasial dan dari orang per orang. Sampai saat ini da juga pembeli yang melakukan repeat order yaitu pembeli  perlengkapan hidroponik. 

Selain sebagai  pemasar produk ini tentu saja juga berperan sebagai pendamping hidroponik. Saat ini Rahmat sudah mencapai omzet rata-rata Rp4.000.000 perbulannya dengan keuntungan sekitar 40 persen sampai 60 persen dari omzet.

Rahmat juga menyampaikan, rencana pengembangan usaha kedepan  adalah bisa menjangkau pasar di seluruh Indonesia  dengan target omzet Rp120.000.000 per tahun.

Targetnya omzet ini bisa tercapai 3 tahun ke depan. Walaupun masih sederhana targetnya kalau sudah memiliki cita cita dengan modal ketekunan dan perjuangan tentu target ini bisa dicapai sebelum 3 tahun yang ditargetkan. 

Usaha yang saat ini dirintis memiliki rencana mulia dengan mengembangkan usaha pembibitan sendiri kedepannya dengan membuat lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya dalam memproduksi bibit tanaman ini. 

Untuk mendukung usaha nya ini Rohmat sudah memiliki keyakinan di mana usahanya ini memiliki kekuatan dalam sisi produk yang berkualitas baik, dan peluang untuk mengebangkan lebih lanjut dimilikinya karena belum banyak yang menekuni usaha ini, pesaing usaha di lingkungannya juga masih sedikit.  Untuk itu Rohmat akan memperkuat tim usahanya  dan memperkuat jaringan pasarnya agar usahanya kelak tetap berkembang.

“Tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada generasi muda. Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk mewujudkan regenerasi pertanian salah satunya melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP),” kata dia.

PWMP, menurut dia, menjadi program utama Kementerian Pertanian. Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai menteri pertanian menyampaikan, PWMP Kementan diharapkan bisa menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. Hal ini dibuktikan oleh pemuda tani yang merupakan  

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi di saat seperti ini sangat dibutuhkan anak muda yang memilki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia. 

Menurut dia, sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi bisa berorientasi ekspor. 

“Saat ini kita telah memilki banyak petani milenial sekaligus entrepreneur di bidang pertanian,” kata Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.