Brebes merespons peningkatan produksi pertanian melalui Kostratani

0
17

Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merespons peningkatan produksi pertanian melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Hal itu dibuktikan dengan “launching” Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Model Kostratani Kabupaten Brebes yang dilakukan Bupati Brebes Idza Priyanti di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (9/9).

“Kehadiran Kostratani di wilayah Brebes kami sambut dengan gembira, karena Kostratani akan memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan Kostratani, Kabupaten Brebes akan menjadi lumbung pangan nasional dan dapat ekspor untuk beragam komoditas,” kata Idza dalam rilis yang diterima di Yogyakarta, Rabu malam.

Kabupaten Brebes sangat serius dengan Kostratani, yang dibuktikan dengan “launching” empat BPP, yaitu BPP Bulakamba, BPP Ketanggungan, BPP Banjarharjo, dan BPP Losari. BPP-BPP tersebut menjadi sentra produksi padi, bawang merah, dan komoditas lainnya.

“Kostratani menjadi salah satu solusi bagi permasalahan pertanian di Brebes, karena fokus utamanya adalah peningkatan SDM. Kalau kualitas manusianya bagus maka hal positif yang muncul akan luas. Petani dapat menciptakan inovasi untuk peningkatan produksi bawang merah,” kata Idza.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kostratani memegang peranan sentral untuk terus menaikkan produktivitas termasuk komoditas bawang mrah. Kehadiran Kostratani di Brebes memberikan dampak positif.

“Produktivitas bawang merah dari Brebes akan terus naik. Yang berarti kita tidak perlu untuk impor bawang merah lagi karena bawang merah dalam negeri sangat melimpah,” katanya.
  
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan Kostratani mempunyai posisi strategis. Desain besar jangka panjangnya adalah swasembada pangan secara menyeluruh. Salah satunya komoditi bawang merah di Brebes.

“Dengan Kostratani di Brebes, optimalisasi produksi bawang merah tentunya akan semakin bagus. Ketergantungan impor harus ditekan,” katanya.

Menurut dia, kunci utama adalah peningkatan kapasitas SDM pertanian. Hal ini dibuktikan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian naik 16,24 persen.

“Negara maju seperti Amerika Serikat mempunyai kebiasaan petani pergi dan pulang dari sawah dalam kondisi gelap. Petani Brebes ternyata melakukan hal yang sama, seperti negara maju pulang dan pergi dalam kondisi gelap. Hal ini menunjukkan semangat bertani yang luar biasa,” kata Dedi.

Dalam kesempatan ini hadir pula Direktur Polbangtan YoMa Rajiman yang mengatakan kebangkitan pertanian dimulai dari petani, petani milenial, PPL, dan aparat pertanian.

“Sebagai UPT Pendidikan yang mencetak calon petani milenial pertanian, Polbangtan YoMa harus bisa meluluskan calon-calon petani milenial yang berkompeten di bidang pertanian. Mereka para mahasiswa harus terjun ke lapangan untuk membantu para petani.

“Pada pandemi ini mereka kembali ke daerah masing-masing yang tentunya tetap membantu para petani dalam mengembangkan teknologi inovasi pertanian. Polbangtan YoMa juga mendukung kegiatan program utama Kementerian Pertanian yaitu Kostratani,” kata Rajiman.
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.